Seperti gambar di atas, terekam dalam kamera jebakan seekor burung maleo di lokasi bersarang di bukit, dekat dengan pantai Tangkoko. Lokasi peneluran ini telah mengalami pergeseran.
Sebelumnya, maleo bertelur di pantai berpasir di Tangkoko. Saat ini, lokasi peneluran dekat pantai berada di bukit.
Maleo (Macrocephalon maleo) datang ke pantai, tapi bukan untuk bertelur. Untuk mengetahui mengapa maleo tidak lagi bersarang di pantai berpasir, Edyson bersama pegiat konservasi maleo menyelidiki musababnya.
Telah terjadi beberapa pergeseran tempat peneluran maleo yang ada didekat pantai di Tangkoko. Dari hasil penyelidikan, tanah di lokasi tempat bersarang maleo sebelumnya makin padat.
“Ternyata di samping tanahnya yang padat, suhu sudah tidak mencapai panas yang ideal untuk pengeraman telur,” ujar Edyson.
Di lokasi tempat bersarang maleo sekarang berada di bukit. Terdapat 5 pasang maleo yang ke lokasi yang berjarak 100 sampai 200 meter dari pasang tertinggi.*





Komentar tentang post