Produk turunan ini untuk membuka pasar labu madu di desa sehingga dapat menciptakan rantai pasok dan membuka lapangan kerja.
Produk ini, lanjutan progam yang sudah dirintis sebelumnya oleh mahasiswa. Tahun lalu, mahasiswa melalui kelompok LabuQu membuat produk turunan labu madu.
Tahun 2023, beberapa mahasiswa Kembali mengembangkan usaha tani labu madu. Tujuannya agar ada rantai pasok dari di tingkat lokal dari hulu ke hilir. Mulai dari pemetikan, pengolahan, pengemasan dan penjualan.
Labu madu organik juga telah memiliki rumah produksi sendiri. LabuQu, brand-nya telah terdaftar sebagai merk dagang di Kemenkumham. Produk ini telah mempekerjakan beberapa warga yang tinggal di sekitar rumah produksi.
“Saat ini jumlah karyawan di LabuQu berjumlah lima orang. Harapan kami bisa bertambah apabila produksi juga meningkat sehingga dapat membantu masyarakat meningkatkan perekonomiannya,” ujar Rahmatiya Lawajo, alumni Jurusan Agribisnis UNG dan owner LabuQu.
“Kami menargetkan dalam beberapa tahun ke depan, LabuQu ini bisa ekspansi pasar ke Makassar dan Pulau Jawa,” ujarnya, bahkan untuk ekspor agar bisa meningkatkan penjualan.
Sekretaris Bapppeda Provinsi Gorontalo, Nalienly Grace F Rawung, mengatakan, Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat mendukung untuk memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terutama, yang memanfaatkan dan mengenalkan produk lokal Gorontalo.




