Menurut Ajeng, tantangan terberat adalah menyatukan berbagai penelitian menjadi satu skema riset lintas disiplin yang komprehensif dan mampu menjawab problematika lingkungan di Indonesia.
“Saya optimis ini tuh bagus karena kita dari lintas disiplin, tapi seperti bisa memecahkan masalah besar dari monitoring sampai teknologi yang termanfaatkan dan memiliki keuntungan bagi masyarakat,” kata Ajeng, seperti dikutip dari Lipi.go.id, Jumat (6/11).
Adapun 8 penelitian yang menjadi bagian dari Environment Team pemenang Best Innovation Award adalah: (1) Monitoring plastik Sungai Citarum oleh Muhammad Reza Cordoba, (2) Daur ulang limbah plastik dan (3) Pengembangan Bioplastik oleh Muhammad Ghozali dan Dr Eng Agus Haryono, (4) Teknologi enzim untuk pengolahan air limbah oleh Dr Ajeng Arum Sari dan Dr Dede Heri Yuli Yanto, (5) Lutor Nanobubble oleh Dr Anto Tri Sugiarto, (6) Teknologi pengolahan air limbah anaerobik dan (7) Riset Composting Toilet dari Dr rer nat. Neni Sintawardani, serta (8) Floating Treatment Wetland oleh Dr Cynthia Henny.
“Tim mencermati mulai dari monitoringnya hingga implementasi teknologi yang dimiliki oleh LIPI,” ujar Ajeng.
Tahapan seleksi sendiri berlangsung sejak Bulan April 2020 tatkala pengumuman penerimaan aplikasi proposal dibuka.





Komentar tentang post