Senin, Oktober 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pertama Dalam Sejarah, Produk Perikanan Tuna Indonesia Bersertifikat dan Standar Internasional

redaksi
8 Agustus 2019
Kategori : Berita
0
Indonesia Leader Penangkapan Tuna Satu per Satu di Dunia

Ikan tuna sirip kuning atau madidihang (Thunnus albacares). FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Untuk pertama kali dalam sejarah, produk perikanan tuna Indonesia saat ini bisa bersertifikat dengan standard internasional. Bahkan skor kepatuhan Indonesia untuk perikanan tuna terus meningkat.

Karena itu, pendaftaran kapal perikanan Indonesia di RFMOs (Regional Fishery Management Organization) agar tangkapan tuna berdaya saing tinggi. Selain itu, hasil tangkapan ini dapat diterima seluruh pasar ekspor dengan tingkat ketertelurusan yang sudah bisa terpantau secara online.

“Kapal-kapal yang telah terdaftar di RFMO umumnya memiliki tingkat kepatuhan yang tinggi, pendataan melalui eletronik logbook yang datanya jauh lebih valid dan bermanfaat untuk bahan perencanaan pengambilan kebijakan lebih lanjut,” kata Kepala Subdit Sumberdaya Ikan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia dan Laut Lepas, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Trian Yunanda, Kamis (8/8) melalui akun Twitter @Om_trian.

RFMOs menilai kepatuhan pemerintah Indonesia, antara lain, apakah aturan memenuhi standard regional dan internasional. Perbaikan tata kelola perikanan tuna yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, telah menyebabkan nilai kepatuhan Indonesia di IOTC (Indian Ocean Tuna Commission) meningkat, bahkan sejajar dengan Uni Eropa.

Halaman 1 dari 6
12...6Selanjutnya
Tags: KKPperikanan berkelanjutanperikanan tunaTuna sirip biru
Bagikan17Tweet8KirimKirim
Previous Post

PSDKP Jakarta Sosialisasi Penggunaan Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Next Post

Pertamina Percepat Pengeboran Sumur Baru

Postingan Terkait

1 Miliar Ton Makanan Terbuang Sia-sia

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

5 Oktober 2026
Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

5 Oktober 2026

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

Topan Super Choi-wan di Tenggara Kepulauan Ogasawara, Jepang

Bibit Siklon Tropis 94W Berada di Dekat Kepulauan Marshall

FAO: Belum Ada Kemajuan Nyata Mengurangi Kehilangan Pangan dan Memangkas Limbah Makanan

Gempa M 6,1 yang Mengguncang Sumba Barat Daya Mekanisme Normal Fault

Typhoon Nolo’s Long Path: Moving from the Eastern Pacific Toward Southern Japan in the Northwest Pacific

Next Post
Minyak dan Gas Pertamina di Pantai Utara Jawa Alami Kebocoran

Pertamina Percepat Pengeboran Sumur Baru

Komentar tentang post

TERBARU

Limbah Makanan Turut Memperparah Pemanasan Global

Limbah Makanan Penyumbang 10 Persen Total Emisi Gas Rumah Kaca

Choi-wan Rapidly Intensifies into a Super Typhoon Southeast of the Ogasawara Islands

Topan Super Choi-wan di Tenggara Kepulauan Ogasawara, Jepang

Bibit Siklon Tropis 94W Berada di Dekat Kepulauan Marshall

FAO: Belum Ada Kemajuan Nyata Mengurangi Kehilangan Pangan dan Memangkas Limbah Makanan

AmsiNews

REKOMENDASI

Menteri Susi: Kita Tidak Mau Omong-omong Saja

Banjir Merendam Ribuan Rumah di Wajo, Tojo Una-Una dan Ambon

Belitung Ekspor 15 Ton Ikan Kerapu ke Hongkong

UNEA, Parlemen Dunia Mengenai Lingkungan Hidup

Penyakit Karang Terjadi di Lokasi yang Banyak Sampah Plastik

BRIN dan Chinese Academy of Sciences Kerja Sama Riset Kelautan

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.