Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Temuan Paling Revolusioner Lukisan Gua Umur 51 Ribu Tahun di Sulawesi Selatan

redaksi
6 Juni 2025
Kategori : Berita
0
Temuan Paling Revolusioner Lukisan Gua Umur 51 Ribu Tahun di Sulawesi Selatan

Lukisan gua tertua di dunia di Maros, Sulawesi Selatan. FOTO: BRIN

Tahun 2022 menjadi titik balik. Bersama tim, Adhi kembali menyusuri gua-gua cadas Sulawesi dalam program digitalisasi dan pelestarian budaya bersama Google Arts & Culture.

Dalam bahasa Bugis dan Makassar, Gua sering disebut sebagai “Leang”. Lokasinya tak main-main—gua-gua terpencil yang hanya bisa dicapai dengan tiga jam berjalan kaki, menyeberangi sungai dan mendaki gunung.

Untuk mencapainya, para peneliti harus berjalan kaki selama tiga jam dari desa terakhir, menyusuri sungai, menembus hutan, dan mendaki batuan karst yang licin.

“Leang Tedongnge itu sangat terpencil. Perjalanan dari Kampung Liang-Liang butuh tiga jam jalan kaki, menyusuri sungai dan naik ke pegunungan. Memang capek sekali, tapi suasananya luar biasa,” kata Adhi.

Berumur 51 Ribu Tahun

Tantangan besar bukan hanya datang dari medan, tapi juga dari bentuk lukisan gua itu sendiri. Banyak dari gambar purba tersebut nyaris tak terlihat oleh mata manusia.

Proses pengolahan visual pun harus dilakukan secara cermat dan teliti, menggunakan teknik digitalisasi mutakhir seperti D-Stretch (Decorrelated Stretch).

Setelah gambar diolah dengan D-Stretch, barulah bisa dilihat bentuk aslinya. Tapi setelah itu, masih harus melakukan tracing manual, satu per satu.

“Gambar di Leang Karampuang, yang berumur minimum 51 ribu tahun, kita tracing manual selama hampir sebulan. Itu saya kerjakan sambil menyelesaikan disertasi saya. Alhamdulillah, saya lulus di bulan November kemarin,” ujar peraih doktor di Griffith Centre for Social and Cultural Research, Griffith University.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Adhi Agus OktavianaBRINGriffith UniversityLukisan Gua Tertua di MarosMarosSulawesi Selatan
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Puluhan Orang Meninggal Karena Banjir di Pegunungan Arfak, Longsor di Cirebon

Next Post

Mikroplastik di Lautan Lebih Banyak Dari Bintang, Biaya Sosial Tahunan Polusi Plastik US$300  

Postingan Terkait

KLHK dan IPB University Ujicoba Alat Pengukur Tinggi Gelombang

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

5 November 2026
Peringatan Hari Konservasi di Bontang Mangrove Park

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

5 November 2026

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

Dosen UNG Perkuat Kapasitas Teknologi Marikultur di Cina

Tsunami dan Titik Rawan Bencana Multi-bahaya Beruntun di Wilayah Pesisir Cincin Api Pasifik

Tsunami Dahsyat Dari Dekat Semenanjung Kamchatka Rusia

Next Post
Memangkas Polusi Plastik, Ini ‘Peta jalan’ PBB

Mikroplastik di Lautan Lebih Banyak Dari Bintang, Biaya Sosial Tahunan Polusi Plastik US$300  

TERBARU

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

Kelompok Talin di Raja Ampat Kembangkan Potensi Kelapa Kampung

AmsiNews

REKOMENDASI

Waspada Hujan Lebat Disertai Petir Sepekan ke Depan

Hari ini Penenggelaman 51 Kapal Ikan Asing

Ribuan Warga Berevakuasi dari Palu

Kapal Ikan China Masih Merayau di Perairan Kepulauan Galapagos

Dua Bibit Siklon Tropis Berkembang di Dekat Filipina

85 Kejadian Banjir dan 20 Tanah Longsor di Awal Tahun 2021

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.