Kedua, layanan cloud tersebut merupakan milik layanan penyedia internet (ISP) raksasa Alibaba.
Ketiga, posisi data dan lalu lintas email pada dua lokasi di atas, berada dan diatur di luar negeri, tepatnya, di RRC.
Keempat, terdapat celah kerawanan keamanan siber pada aplikasi pemilu2024.kpu.go.id.
Kelima, ketidakstabilan aplikasi Sirekap, Sistem Informasi Rekapitulasi Suara dan Manajemen Relawan terjadi justru ketika pada masa krusial, masa pemilu dan beberapa hari setelahnya.
Melalui Instagram Jagasuara2024, Direktur Eksekutif NETGRIT yang juga anggota Komisi Pemilihan Umum RI (2012–2017), Hadar Nafis Gumay, mengatakan, jadi sedemikian vitalnya Sirekap itu, sehingga kita harus betul-betul pastikan data yang dikumpulkan dan diolah dalam Sirekap adalah data yang tidak menyimpang. Data “yang betul-betul sesuai dengan hasil penghitungan di setiap TPS,” ujarnya.
Kesimpulan
Publikasi hasil penghitungan suara calon anggota DPR RI daerah pemilihan DKI Jakarta II di Sirekap menggelembung lebih dari 12 juta, padahal DPT hanya 4,3 juta. Sebagai alat bantu rekapitulasi, Sirekap seharusnya memudahkan akses informasi publik yang memuat data hasil penghitungan suara yang tidak menyimpang di setiap TPS. (Verrianto Madjowa)
Rujukan
Akun Instagram Jagasuara2024




