Setelah merampungkan administrasi pelayaran yang berbelit-belit, kapal layar pinisi bertolak dari pantai Losari, Makassar menuju Bulukumba, Selasa (18/12) dini hari, pukul 02.05 Wita.
Irdam, skipper (komandan kapal layar) pinisi mengarah ke laut Sulawesi. Kapal layar berhenti. Semua berkumpul di geladak untuk berdoa.
Selain doa bersama, Capt Gita menyampaikan agar mulai menjalankan tata tertib di dalam kapal. Seperti tidak ada lagi yang memasak setelah matahari tenggelam hingga subuh.
Memasak makanan dan air yang dipanaskan untuk kopi dan teh dimasukkan dalam termos. Makanan yang disajikan jangan yang berminyak. Bikin roti kering atau membeli bagea.

Menurut Gita, ekspedisi ini cukup panjang. Dalam melakukan pelayaran perlu diparalelkan dengan kegiatan yang ada di daerah, seperti festival.
Dalam pelayaran ini, di titik tertentu bersama-sama dengan Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewa Ruci.
Capt Gita mengatakan, ekspedisi dengan kapal layar, dapat menempa mental karakter generasi muda bahari. Melalui kegiatan di alam terbuka akan diperoleh bagaimana makna hidup bersama, senasib sepenanggungan, secara wajar.
Di usia 74 tahun, saat saat tulisan ini dibuat di atas kapal pinisi yang sedang berlayar, Gita masih bersemangat. Spirit berbagi ilmu pelayaran bukan hanya kepada skipper dan anak buah kapal, juga ke peserta lainnya.





Komentar tentang post