Mereka bermula dari mencari teripang, kemudian mengadakan diplomasi dan perdagangan transnasional dengan Aborigin Yolngu. Hasilnya, mereka mampu memperkenalkan kebudayaan baru kepada Aborigin Yolngu yang mempengaruhi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat lokal.
Bukti arkeologis dan historis yang ditemukan menunjukkan, teknologi dan kebiasaan yang diperoleh dari orang-orang Makassar memperkuat kebiasaan dan praktek tradisional Aborigin Yolngu.
Bagaimana Hubungan historis antara nelayan dari Makassar dan kelompok Yolngu di Australia utara ini akan menjadi bahasan simposium, Victorian College of Arts di University of Melbourne dan Rumata ‘Artspace di Makassar. Kegiatan ini akan berlangsung pada Senin 3 Desember, di gedung Rektorat Universitas Hasanuddin.
Selain itu, akan memperkenalkan program pertukaran seniman, masing-masing tiga seniman dari Makassar dan tiga dari Yolngu dari Yirrkala, East Arnhem Land.
Para seniman akan bertemu dan mengeksplorasi budaya dan identitas lokal dari masyarakat Makassar. Kemudian perspektif Yolngu tentang hubungan mereka dengan para nelayan di Makassar.*





Komentar tentang post