Jika guru dan orang tua tidak membimbing anak memahami cara kerja teknologi, mereka berpotensi menjadi pengguna yang rentan. Literasi digital juga membantu anak memahami tanggung jawab dalam dunia maya, seperti etika berkomunikasi dan keamanan data pribadi.
Selain itu, literasi digital memberikan peluang besar bagi anak pesisir untuk belajar di luar batas wilayah mereka. Anak dapat mengakses video edukasi, platform belajar, kursus gratis, hingga perpustakaan digital yang menyediakan ribuan buku. Bagi anak yang hidup jauh dari perpustakaan fisik atau pusat belajar, kemampuan mengakses sumber digital menjadi jembatan yang sangat penting.
Dengan memanfaatkan teknologi, anak dapat belajar kapan saja dan di mana saja, tanpa harus bergantung sepenuhnya pada buku cetak. Hal ini membuka ruang baru bagi kreativitas dan minat belajar. Jika dimanfaatkan dengan baik, dunia digital dapat memperluas cakrawala anak-anak pesisir lebih jauh daripada yang pernah dibayangkan.
Di sisi lain, peningkatan literasi digital tidak bisa dilepaskan dari konteks wilayah. Banyak desa di Teluk Tomini masih menghadapi keterbatasan jaringan, perangkat, dan sumber bacaan digital.
Kondisi ini membuat literasi digital tidak hanya menjadi masalah anak, tetapi juga persoalan infrastruktur. Sekolah perlu menyediakan akses internet dasar, sementara pemerintah daerah dapat memperkuat jaringan dan fasilitas pendukung.




