Komunitas lokal juga dapat berperan melalui gerakan literasi digital berbasis desa atau sekolah. Ketika lingkungan mendukung, kemampuan digital anak-anak akan berkembang lebih cepat dan lebih merata.
Pada akhirnya, literasi digital bukan hanya soal kemampuan menggunakan gawai atau membuka aplikasi. Literasi digital adalah kemampuan memahami dunia, berpartisipasi secara aktif, dan mengambil peluang dalam ekosistem digital yang semakin dominan.
Bagi anak-anak pesisir Teluk Tomini, kemampuan ini bisa menjadi tiket menuju masa depan yang lebih baik dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Literasi digital memberi mereka kesempatan untuk setara dengan anak-anak di kota, meskipun tinggal jauh dari pusat teknologi.
Dengan memberikan perhatian serius pada literasi digital, kita sedang membangun generasi pesisir yang tidak hanya tangguh secara budaya, tetapi juga kompeten di era global.




