Negara-negara pembeli ingin mengetahui pergerakan produk tersebut berasal dari lokasi mana.
Jadi, bukan hanya kualitas ikan yang mesti dijaga. Konsumen pun ingin mengetahui asal ikan dan pergerakannya.
Konsumen tidak ingin pangan yang mereka beli dan makan berasal dari kegiatan penangkapan yang ilegal atau berbahaya bagi kesehatan.
Karena itu, penting untuk mencatat dan mendokumentasikan hasil penangkapan ikan. Ini bukan untuk persaingan, melainkan produk atau komoditi ikan diketahui asal-usulnya.
Keberlanjutan dalam penangkapan dan ketertelusuran asal ikan menjadi bagian yang perlu diinformasikan, seperti yang dikembangkan Asosiasi Perikanan Pole & Line dan Handline Indonesia (AP2HI).
Traceability ini telah menjadi prioritas bagi anggota AP2HI. Melalui Program FIT (Fishery Information and Traceability) atau informasi dan keterlacakan perikanan.
Program ini digabungkan dengan FIP (Fishery Improvement Project) atau program pengembangan perikanan dan PVR (Proactive Vessel Registry) atau pendaftaran kapal secara proaktif.
Manfaat program ini untuk menunjukan transparansi dan meraih kebutuhan di pasar perikanan internasional. Dengan adanya informasi asal usul ikan, akan manjamin praktik-praktik penangkapan yang efisien dan sesuai dengan regulasi yang ada.*





Komentar tentang post