Rabu, Agustus 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

redaksi
10 Maret 2026
Kategori : Kajian
0
Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Deforestasi dan rusaknya ekosistem hutan. FOTO: DARILAUT.ID

Namun, inilah paradoksnya.

Proyek mitigasi dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata, seperti peluang kerja langsung, tidak langsung, dan yang diinduksi. Namun, langkah-langkah adaptasi — yang sama pentingnya, jika tidak lebih — seperti membangun infrastruktur yang tahan terhadap perubahan iklim atau meningkatkan pengelolaan air, seringkali tidak memiliki aliran pendapatan langsung.

Bagi ekonomi emerging di mana anggaran publik terbatas, membiayai upaya ini menjadi tantangan tersendiri.

Di sini, sebagian besar penduduk tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk berinvestasi dalam instrumen keuangan seperti obligasi hijau atau skema asuransi.

Oleh karena itu, kunci utamanya terletak pada merancang ulang kerangka kerja pembiayaan iklim untuk menarik modal swasta sambil memastikan pengembalian yang terukur.

Hal ini memerlukan penggabungan inovasi keuangan dengan insentif konkret dan reformasi institusional.

Solusi Inovatif Untuk Pembiayaan Iklim

Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah mengaitkan imbal hasil dengan multiplier ekonomi lokal.

Misalnya, jika pemerintah berinvestasi dalam infrastruktur perlindungan banjir, hal ini akan menciptakan lapangan kerja di sektor konstruksi, peluang bagi pemasok bahan bangunan, dan bisnis lokal terkait.

Halaman 3 dari 8
Sebelumnya1234...8Selanjutnya
Tags: Dr. Amar RaoKrisis IklimMitigasi BencanaPerubahan Iklim
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Sejumlah Wilayah Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

Next Post

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Postingan Terkait

Provinsi Gorontalo yang Mencemaskan

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

28 Juli 2026
Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

17 Juli 2026

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Next Post
Bibit Siklon Tropis 90S Masih Berada di dekat Pulau Enggano Bengkulu

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

TERBARU

Budaya Akademik dan Kehidupan Kampus Langkah Awal Pembekalan Bagi Mahasiswa Baru UNG

Tersebar di 11 Fakultas Sebanyak 5.166 Mahasiswa Baru Menjadi Bagian UNG

Badai Tropis Nangka Terbentuk di Laut Filipina, Mengarah ke Utara Jepang

Vegetasi Kering, Kebakaran Hutan dan Lahan Meluas di Sejumlah Wilayah Indonesia

Juli Tahun Ini Bulan dengan Kondisi Ekstrem, Kebakaran Hutan Luar Biasa Melanda Eropa, AS dan Kanada

Rekor Tertinggi Suhu Permukaan Laut, Dunia Mencatat Bulan Juli terhangat Kedua Dalam Sejarah

AmsiNews

REKOMENDASI

Mahasiswa UNG Kreasi Minuman Herbal Teh Koja Dari Rambut Jagung

Mengapa Darah Lobster Tidak Berwarna Merah? Ini Penjelasan Ahli

Eksploitasi dalam Bisnis Perikanan di Indonesia

Mengenal Gejala Orang Terinfeksi Virus Corona

Potensi Gempa dan Tsunami di Pantai Selatan Jawa Timur

Gempa Pohuwato Terjadi Karena Sesar Oblique, Berasosiasi dengan Subduksi Sulawesi Utara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.