Bukan hanya Bali yang terkena dampaknya. Kota-kota tujuan wisata lainnya yang ada di Indonesia pun terkena dampaknya. Yogyakarta misalnya yang mengandalkan pariwisata sebagai salah satu pemasukan daerah juga terkena dampak pandemi ini.
Jalan Malioboro yang selama ini ramai baik saat high season atau low season, saat ini menjadi sepi. Tidak ada yang berkunjung meramaikan trotoar Malioboro yang sudah di desain dengan sangat cantik itu. Secara kasat mata di ruas jalan Malioboro sendiri terdapat puluhan bahkan ratusan aktivitas jual-beli yang dapat terjadi. Namun saat ini mereka semua harus rehat sejenak karena perjalanan keluar kota pun saat ini dilarang dengan aturan PSBB yang diberlakukan pemerintah.
Walaupun menurut Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta penundaan dan pembatalan reservasi hotel baru mencapai dua persen, tetapi tentu saja tidak bisa dipungkiri bila transaksi ekonomi mengalami dampak yang cukup besar.
Menurut data yang didapat dari Dinas Pariwisata DIY, jumlah kerugian dari sektor pariwisata mencapai angka 81 Milyar. Data ini didapat dari pendataan yang dilakukan mulai dari bulan Maret sampai tanggal 16 April 2020.
Salah satu tempat wisata yang juga terkena hantaman keras salah satunya adalah Labuan Bajo. Lebih mirisnya lagi bahwa dampak itu sudah terasa bahkan sebelum adanya wabah Covid-19 yang masuk ke daerah ini.





Komentar tentang post