Diperlukan waktu 4 tahun sejak setelah menyelesaikan PhD agar rekayasa komputasi di atas dapat dijalankan di komputer lokal. Hasil rekayasa komputasi tersebut telah digunakan di Malaysia untuk metoda pembelajaran sistim pertukaran data secara online antar berbagai simulasi iklim.
Rekayasa komputasi dalam cerita ini masih belum dapat dimanfaatkan lebih lanjut di dunia akademisi di Indonesia hingga saat ini karena masih belum adanya kebutuhan.
Prof Dr Edvin Aldrian BEng MSc adalah profesor bidang meteorologi dan klimatologi di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pada 13 November menerima Penganugerahan Habibie Award Periode XX – Tahun 2018 dari Yayasan Sumber Daya Manusia dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (SDM-Iptek) The Habibie Center bidang ilmu rekayasa. Tulisan ini dalam rangka penerimaan penghargaan Habibie Award 2018 untuk bidang Ilmu Rekayasa.





Komentar tentang post