Penelitian lain Jon Robson, dari University of Reading juga menunjukkan bahwa dengan mencairnya es, maka masukan air tawar dari pencairan mengakibatkan densitasnya rendah, sehingga hal ini tidak cukup kuat untuk menggerakkan air ke bawah sebagai asal dari OCB. Peneliti lainnya juga mengungkapkan bahwa kejadian berhentinya sirkulasi dunia ini pernah terjadi ketika jaman es dan mengkhawatirkan bahwa hal ini dapat terjadi juga di masa depan.
Walaupun hal ini masih terus dikaji, namun jika ini terjadi, maka akan mengubah iklim dunia. Walaupun secara langsung mengubah iklim di Eropa dan Amerika, namun perlambatan sirkulasi ini juga berarti melambatnya aliran nutrien ke wilayah Indonesia. Perairan Indonesia sangat subur, selain diakibatkan oleh letaknya yang berada di daerah tropis, juga karena adanya akumulasi nutrien “diperangkap” oleh kepulauan kita. Selain itu, pengaruhnya juga kepada sistem monsun di Indonesia, dimana akan terjadi perubahan pola monsun akibat perubahan interaksi antara lautan dan atmosfer.
Prediksi yang paling ekstrem mengemukakan bahwa jika OCB tidak jalan, itu berarti tidak ada distribusi nutrien ke kolom air di seluruh dunia. Beberapa peneliti juga mengungkapkan jika hal itu benar benar terjadi, artinya sama saja dengan “kiamat”. OCB ini sama seperti aliran darah didalam tubuh manusia yang mentransfer energy ke seluruh bagiannya.





Komentar tentang post