Kamis, Oktober 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

redaksi
1 Oktober 2026
Kategori : Kajian
0
Ini Rekomendasi Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo Untuk Penyelesaian Konflik Pohuwato

Dr. Funco Tanipu. FOTO: DARILAUT.ID

Perubahan Pilihan Politik

Ada pelajaran yang lebih luas dari peristiwa 1955. Partai politik tidak pernah berhadapan langsung dengan individu yang sepenuhnya bebas dari pengaruh lingkungan sosial. Di antara partai dan pemilih selalu terdapat keluarga, kelompok agama, organisasi, tokoh masyarakat, pengalaman sejarah, media, dan jaringan pergaulan yang ikut membentuk cara seseorang melihat politik.

Pada masa Pemilu 1955, jaringan tersebut relatif kuat sebagai ruang pembentukan identitas politik. Itu terlihat dari terkonsentrasinya suara Gorontalo pada beberapa partai yang memiliki hubungan kuat dengan identitas dan organisasi sosial tertentu. Dalam perkembangan berikutnya, pola tersebut tidak berhenti berubah.

Pemilih modern semakin berhadapan dengan banyak sumber informasi. Hubungan dengan partai dapat dibentuk melalui keluarga, tetapi juga melalui sekolah, pekerjaan, organisasi, media massa, televisi, internet, media sosial, mobilitas penduduk, dan figur politik. Pilihan politik karena itu dapat berpindah lebih mudah dari satu pemilu ke pemilu berikutnya.

Dalam kajian perbandingan politik, Roberts dan Wibbels (1999) menggunakan konsep electoral volatility untuk menjelaskan perubahan dukungan elektoral dari waktu ke waktu. Penelitian mereka mencakup 58 pemilihan legislatif dan 43 pemilihan presiden di 16 negara Amerika Latin pada dekade 1980-an dan 1990-an. Konsepnya membantu memahami bahwa hubungan antara pemilih dan partai tidak selalu bersifat permanen.

Halaman 7 dari 9
Sebelumnya1...6789Selanjutnya
Tags: Dr Funco TanipuPemilu 1955The Gorontalo Institute
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Pertama Kali Penyu Lekang Bertelur di Pantai California

Next Post

Diskualifikasi Elektoral Soal Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

Postingan Terkait

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

16 September 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

7 September 2026

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Next Post
Diskualifikasi Elektoral Soal Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

Diskualifikasi Elektoral Soal Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

TERBARU

Diskualifikasi Elektoral Soal Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

Pertama Kali Penyu Lekang Bertelur di Pantai California

Topan Surigae Melemah Menjadi Badai Tropis di Dekat Jepang

Malam ini Mahkamah Konstitusi Sidang Pembuktian Keabsahan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

Mengapa Pembelajar Bahasa Inggris Sulit Berkembang?

AmsiNews

REKOMENDASI

KPU Kabupaten Gorontalo Melantik Pengganti Antar Waktu PPK dan PPS

Korban Kapal Hilang di Teluk Tomini 14 Orang, 11 Wisatawan Mancanegara

Prof John Ario Katili Pernah Ingatkan Patahan Aktif di Teluk Palu

80 Persen Ekspor Indonesia Diangkut Kapal Asing

Waspada Peningkatan Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia dan Pergerakan Bibit Siklon Tropis 97S

Paus Pembunuh yang Muncul di Perairan Anambas Berjumlah 7 Ekor

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.