Kedua hewan tersebut sebenarnya tidak hanya memangsa ubur-ubur api, tetapi juga beberapa Cnidarian lainnya seperti Velella dan Porpita.
Fakta menarik mengenai the blue dragon, mampu menyimpan nematosit ubur-ubur api di dalam tubuhnya untuk kemudian digunakan sebagai alat pertahanan mereka sendiri.
Saat Glaucus memangsa, nematosit ubur-ubur api tidak dicerna seluruhnya, tetapi ditranspor melalui sistem pencernaan ke bagian tubuh bernama cerata dalam kantung-kantung cnidosacs.
Hal ini diketahui melalui analisis mikroskop yang menemukan bahwa terdapat knidosit berisi nematosit milik ubur-ubur api pada bagian tubuh bernama cnidosacs di bagian cerata Glaucus. Nematosit ini masih dapat berfungsi dengan baik dan digunakan oleh Glaucus sebagai alat pertahanan diri.
Sumber: Mochamad Ramdhan Firdaus, Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dengan judul “Aspek Biologi Ubur-ubur Api, Physalia physalis (LINNAEUS, 1758)“. Jurnal Oseana, Volume 45, Nomor 2 Tahun 2020: 50–68.





Komentar tentang post