Berdasarkan analisis data, kesimpulan penelitian ini 1) kandungan merkuri sangat bervariasi antar jenis ikan, berat ikan dan asal perairan Samudera Hindia atau Samudera Pasifik. Rata-rata kandungan merkuri ikan tuna tidak melebihi 1,0 m/g/kg dan berat ikan cenderung tidak berkorelasi dengan kandungan merkuri, namun terdapat perbedaan yang signifikan antara konsentrasi merkuri pada bigeye tuna kelompok berat 1-10 kg/ekor dengan ukuran yang lebih besar (>100 kg/ekor). Sedangkan pada swordfish, kandungan merkuri meningkat dengan penambahan berat ikan dan pada ukuran >50 kg terdapat swordfish dengan kandungan Hg melebihi batas 1,0 mg/kg.
2) Perairan Samudera Hindia cenderung lebih tercemar merkuri dibanding Samudera Pasifik. Hal ini berkaitan dengan penggunaan dan pembuangan limbah merkuri dari industri di negara yang berada pada lintasan Samudera Hindia, sedangkan negara pada lintasan Samudera Pasifik cenderung menerapkan aturan penggunaan merkuri yang sangat ketat.*
Tri Handayani, Mohamad Syamsul Maarif, Etty Riani dan Nazori Djazuli, “Kandungan Logam Berat Merkuri pada Ikan Tuna.” Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 14 No 1 Tahun 2019: 35-44.





Komentar tentang post