Rabu, September 30, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Penelitian Terbaru, Ikan Tuna di Samudera Hindia Lebih Tercemar Merkuri

redaksi
10 September 2019
Kategori : Kajian
0
Penelitian Terbaru, Ikan Tuna di Samudera Hindia Lebih Tercemar Merkuri

Yellowfin tuna FOTO: DARILAUT.ID

Berdasarkan analisis data, kesimpulan penelitian ini 1) kandungan merkuri sangat bervariasi antar jenis ikan, berat ikan dan asal perairan Samudera Hindia atau Samudera Pasifik. Rata-rata kandungan merkuri ikan tuna tidak melebihi 1,0 m/g/kg dan berat ikan cenderung tidak berkorelasi dengan kandungan merkuri, namun terdapat perbedaan yang signifikan antara konsentrasi merkuri pada bigeye tuna kelompok berat 1-10 kg/ekor dengan ukuran yang lebih besar (>100 kg/ekor). Sedangkan pada swordfish, kandungan merkuri meningkat dengan penambahan berat ikan dan pada ukuran >50 kg terdapat swordfish dengan kandungan Hg melebihi batas 1,0 mg/kg.

2) Perairan Samudera Hindia cenderung lebih tercemar merkuri dibanding Samudera Pasifik. Hal ini berkaitan dengan penggunaan dan pembuangan limbah merkuri dari industri di negara yang berada pada lintasan Samudera Hindia, sedangkan negara pada lintasan Samudera Pasifik cenderung menerapkan aturan penggunaan merkuri yang sangat ketat.*

Tri Handayani, Mohamad Syamsul Maarif, Etty Riani dan Nazori Djazuli, “Kandungan Logam Berat Merkuri pada Ikan Tuna.” Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 14 No 1 Tahun 2019: 35-44.

Halaman 4 dari 4
Sebelumnya1...34
Tags: Komoditi Hasil Lautmerkuriperikanan tunaSumberdaya Ikan
Bagikan20Tweet10KirimKirim
Previous Post

3 Bulan Tak Digaji di Iran, 5 ABK Dipulangkan ke Indonesia

Next Post

Distribusi Barang Tol Laut Harus Transparan

Postingan Terkait

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

16 September 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

7 September 2026

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Next Post
Distribusi Barang Tol Laut Harus Transparan

Distribusi Barang Tol Laut Harus Transparan

Komentar tentang post

TERBARU

Malam ini Mahkamah Konstitusi Sidang Pembuktian Keabsahan Syarat Pendidikan Cawapres Gibran

Mengapa Pembelajar Bahasa Inggris Sulit Berkembang?

Data Pengamatan Laut Penting untuk Perlindungan Masyarakat Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Laut

Peneliti UNG Kembangkan Sistem Deteksi dan Dataset Kondisi Perairan Berkelanjutan

Evaluasi Pola Hanyutan Korban Kapal Arupadhatu 1 yang Hilang Saat Meliput Letusan Gunung Anak Krakatau

Copernicus Sentinel-2 Tampilkan Perubahan Bentuk Anak Krakatau Sebelum dan Setelah Letusan 25 Jam

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Kuat M 7,2 Mengguncang Taiwan

Analisis Geologi Gempa Talaud

Mulai Bulan November BMKG Peringatkan Potensi Siklon Tropis di Selatan Indonesia

KLHK Melepas Siamang, Kukang dan Kucing Hutan di Sungai Penuh

Banjir di China, Lebih Dari 1 juta Orang Dievakuasi

Sejarah Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.