Krisis Regenerasi
Persoalan terbesar Gorontalo hari ini bukanlah kehilangan tokoh-tokoh senior. Yang lebih mengkhawatirkan adalah belum tampaknya generasi penerus dengan daya jangkau nasional yang setara.
Dalam ilmu politik, kondisi seperti ini disebut sebagai persoalan sirkulasi elite. Ketika satu generasi selesai menjalankan perannya, harus tersedia generasi berikutnya yang siap mengambil alih. Apabila proses regenerasi tersendat, pengaruh politik suatu daerah akan ikut menurun.
Sejarah Indonesia menunjukkan bahwa daerah yang mampu mempertahankan pengaruh nasional bukan karena memiliki satu tokoh besar, melainkan karena terus melahirkan elite baru. Jawa Timur tidak berhenti setelah Khofifah Indar Parawansa. Sulawesi Selatan tidak berhenti setelah Jusuf Kalla. Sumatera Barat terus menghasilkan tokoh lintas generasi. Regenerasi menjadi sumber keberlanjutan pengaruh politik.
Di sinilah tantangan Gorontalo.
Regenerasi tidak dapat hanya mengandalkan hubungan kekerabatan politik atau popularitas lokal. Ia harus dibangun melalui kaderisasi partai, kepemimpinan birokrasi, dunia akademik, organisasi masyarakat sipil, hingga dunia usaha. Elite nasional tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membentuk kapasitas, jejaring, dan legitimasi.




