Sabtu, Oktober 31, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Serangan Ubur-Ubur Api Paling Sering di Pesisir Selatan Pulau Jawa

redaksi
28 Agustus 2021
Kategori : Kajian, Kesehatan
0
Physalia physalis, Spesies Ubur-Ubur Paling Berbahaya di Laut

Ubur-ubur api (Physalia physalis) dan ilustrasi struktur keempat zooidnya. (Dunn, Pugh, & Haddock (2005) dan Munro et al. (2019)/FIRDAUS (2020)

Firdaus menguraikan soal ubur-ubur api dengan judul “Aspek Biologi Ubur-ubur Api, Physalia physalis (LINNAEUS, 1758)“ dalam jurnal Oseana (2020).

Berdasarkan berita-berita jurnalistik tersebut, menurut Firdaus, ledakan populasi ubur-ubur api di pantai selatan Pulau Jawa selalu terjadi saat musim timur berlangsung, yaitu antara bulan Juni hingga September.

Namun demikian, kapan tepatnya ledakan populasi ubur-ubur api terjadi tidak dapat dengan mudah diprediksi.

Hal ini dikarenakan laporan saintifik mengenai data sebaran, waktu, dan frekuensi kemunculan ubur-ubur api di Indonesia masih sulit diperoleh.

Di Indonesia, pada tahun 2019 dilaporkan terjadi 612 kasus serangan ubur-ubur api hanya untuk sebagian wilayah pesisir selatan Gunung Kidul Yogyakarta. Padahal berdasarkan laporan jurnalistik, pada tahun 2019 ubur-ubur api tersebar hampir di sepanjang pesisir selatan Jawa dan beberapa lokasi di perairan Sumatra.

Oleh karena itu, jumlah kasus serangan ubur-ubur api di Indonesia diperkirakan jauh lebih besar.

Ubur-ubur api yang setiap tahun ditemukan di perairan Indonesia merupakan salah satu anggota Filum Cnidaria (Physaliidae) yang hingga saat ini diyakini hanya ada satu jenis saja (monotypic) di dunia, yaitu Physalia physalis.

Kendati demikian, sebagian peneliti menduga adanya keragaman yang tersembunyi (cryptic diversity) pada ubur-ubur api.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: JellyfishLIPIPantai Selatan JawaSengatan Ubur-uburSumatera BaratUbur-ubur
Bagikan9Tweet6KirimKirim
Previous Post

Memetakan Pusat Ekspor Perikanan di WPP 571

Next Post

Tsunami 2018 Akibat Longsoran Badan Gunung Anak Krakatau

Postingan Terkait

Pantarlih Dalam Mutarlih

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

30 Oktober 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Haruskah Bahasa Indonesia Dilarang di Kelas Bahasa Inggris?

29 Oktober 2026

Pekan Pencegahan Keracunan Timbal, WHO: Risiko Terhadap Anak-Anak Sangat Berbahaya

Siti Hajar: Ratu Zamzam

Media Beretika Bukan Media yang Tidak Pernah Salah

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Panas Ekstrem Membahayakan Kesehatan Ibu dan Bayi

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

Next Post
Gunung Anak Krakatau

Tsunami 2018 Akibat Longsoran Badan Gunung Anak Krakatau

Komentar tentang post

TERBARU

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 94S Membentuk Daerah Konvergensi di Laut Arafura

Lapak Ikan di Muara Baru Ramai di Malam Hari

Bernilai Ekonomi Tinggi, Ikan Sidat Dewasa di Danau Limboto, Memijah di Laut

Festival Pemilu 2024 Hadirkan Stan 18 Partai Politik

Pemilu 2024, AMSI Perluas Jejaring Koalisi Cek Fakta

Logam Tanah Jarang Dibutuhkan untuk Pembangunan Industri Energi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.