Firdaus menguraikan soal ubur-ubur api dengan judul “Aspek Biologi Ubur-ubur Api, Physalia physalis (LINNAEUS, 1758)“ dalam jurnal Oseana (2020).
Berdasarkan berita-berita jurnalistik tersebut, menurut Firdaus, ledakan populasi ubur-ubur api di pantai selatan Pulau Jawa selalu terjadi saat musim timur berlangsung, yaitu antara bulan Juni hingga September.
Namun demikian, kapan tepatnya ledakan populasi ubur-ubur api terjadi tidak dapat dengan mudah diprediksi.
Hal ini dikarenakan laporan saintifik mengenai data sebaran, waktu, dan frekuensi kemunculan ubur-ubur api di Indonesia masih sulit diperoleh.
Di Indonesia, pada tahun 2019 dilaporkan terjadi 612 kasus serangan ubur-ubur api hanya untuk sebagian wilayah pesisir selatan Gunung Kidul Yogyakarta. Padahal berdasarkan laporan jurnalistik, pada tahun 2019 ubur-ubur api tersebar hampir di sepanjang pesisir selatan Jawa dan beberapa lokasi di perairan Sumatra.
Oleh karena itu, jumlah kasus serangan ubur-ubur api di Indonesia diperkirakan jauh lebih besar.
Ubur-ubur api yang setiap tahun ditemukan di perairan Indonesia merupakan salah satu anggota Filum Cnidaria (Physaliidae) yang hingga saat ini diyakini hanya ada satu jenis saja (monotypic) di dunia, yaitu Physalia physalis.
Kendati demikian, sebagian peneliti menduga adanya keragaman yang tersembunyi (cryptic diversity) pada ubur-ubur api.





Komentar tentang post