Dalam musyawarah penentuan siapa yang akan menjadi Raja Mesir akan ditentukan oleh majelis. Apa yang ikut dalam majelis menjelaskan plus minus empat orang pemuda yang menjadi kandidat dalam pemillihan. Ia menjelaskan sampai pada hewan suci dalam kripto Mesir. Yes merupakan satu-satunya anak yang memiliki tiga medali dengan penanggalan ruh yang berbeda, bunga teratai yang menyimbolkan kedamaian dan berkah dengan daun berwarna biru dan ungu, sedangkan dalam daftar hewan suci burung Ibis dan Bastet (Dewi Kucing) menjadi simbol dirinya.
Pada malam Yes dilahirkan ke dunia sekelompok bintang Orion berada di atas langit Istana Kerajaan, para musafir padang pasir dan orang bijaksana yang datang dari timur yang berada dengan tamu istana, menyebut bayi yang baru lahir itu dengan nama Asiyah. Dalam bahasa mereka bermakna pilar dan tembok merupakan penyambung kerajaan dengan langit tujuh tingkat. Siti Asiyah merupakan cucu Raja Reyyan bin Malik dari Amalika yang menyelamatkan Mesir dari kekeringan di masa Nabi Yusuf. Ia putri dari Raja Muzahim.
Atmosfer musyawarah yang berjalan baik, ditanggapi dengan rasa gembira, syarat-syarat yang diinginkan oleh kepala pendeta dalam musyawarah mendapat dukungan yang besar dengan penjelasan Apa, hasil keputusan ditetapkan bahwa Ra menjadi Raja dan Yes menjadi Ratu Yesiyis. Restorasi yang berlangsung sebenarnya merupakan sebuah masa yang akan mereka tinggalkan tak jauh dari sebuah revolusi berdarah. Fondasi pemerintahan kerajaan Mesir akan kembali, mahkota raja yang akan berpindah dari sang ayah kepada anaknya, akan turun-temurun diwariskan dalam garis keturunan mereka.




