Memikirkan ulang pembelajaran bahasa Inggris bukan berarti meninggalkan semua praktik yang sudah ada. Hal yang kita perlukan adalah cara pandang yang lebih utuh: melihat bahasa sebagai proses kognitif, pengalaman sosial, sekaligus praktik literasi.
Ketika pembelajar diberi kesempatan untuk memahami, menggunakan, dan merefleksikan bahasa secara berkelanjutan, tujuan pembelajaran tidak lagi berhenti pada kefasihan, tetapi berkembang menjadi kemampuan berpikir dan berkomunikasi di dunia yang semakin terhubung.



