Minggu, November 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Populasi Rendah, Ikan Napoleon Masuk Daftar IUCN dan CITES

redaksi
11 Februari 2022
Kategori : Biota Eksotis, Konservasi
0
Ikan Napoleon

Ikan napoleon. FOTO: KKP

Pada Conference of the Parties (CoP) ke-13 tahun 2004 di Bangkok, ikan Napoleon ditetapkan masuk dalam daftar Appendiks II Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES), yang artinya ikan Napoleon masih dapat diperdagangkan melalui kontrol dari negara pengekspor dan negara pengimpor (CITES, 2004).

Beberapa hasil survey lapangan menunjukkan bahwa ikan Napoleon dapat dijumpai di sebagian besar perairan karang Indonesia (Cesar, 1996). Ikan Napoleon ditemukan di perairan Indonesia bagian barat, tengah dan timur (Sadovy et al., 2019).

Di wilayah Indonesia bagian barat, ikan Napoleon ditemukan di perairan Kepulauan Natuna dan Anambas, yang memiliki potensi ekspor ikan Napoleon terbesar. Kedua kepulauan tersebut terletak di Provinsi Kepulauan Riau, dan berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan.

Ciri khas dari perairan tersebut adalah adanya kemunculan juvenil ikan Napoleon secara periodik dan berkesinambungan di perairan dangkal yang merupakan daerah asuhannya.

Kemunculan benih tersebut dimanfaatkan sebagian besar penduduk yang bermata pencaharian sebagai nelayan, dengan melakukan kegiatan menangkap benih ikan Napoleon dari alam untuk kemudian dibesarkan di dalam keramba.

Secara ekologis, masing-masing fase dalam siklus hidup ikan Napoleon berasosiasi dengan habitat yang berbeda.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: Cheilinus undulatusIkan NapoleonNapoleon WrasseP2O LIPI
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Paus Bungkuk Betina Terdampar di Pantai Channel Prancis

Next Post

100 Ribu Bangkai Ikan Mengambang di Lepas Pantai Prancis

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
100 Ribu Bangkai Ikan Mengambang di Lepas Pantai Prancis

100 Ribu Bangkai Ikan Mengambang di Lepas Pantai Prancis

Komentar tentang post

TERBARU

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Titik Panas Terbanyak di Sulawesi, Papua dan Maluku

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

AmsiNews

REKOMENDASI

Pekan Ini Supermoon Terakhir Tahun 2022

Laporan Terbaru Asia Center, Disinformasi Iklim Menyebar Sistematis di Indonesia

Mahasiswa KKN UNG Bersihkan Sampah Plastik di Pantai Kota Gorontalo

Topan Doksuri Menyebabkan 196 Ribu Rumah Rusak di Provinsi Hebei, Cina Utara

20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat Telah Diidentifikasi

Bupati Sumbawa Mengajak Peduli Terhadap Hiu Paus

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.