Demikian pula, seringkali sulit untuk menyadari apa yang hilang dari lautan yang luas. Sebagian karena paus sulit dihitung — terutama yang mati.
Sementara banyak bangkai paus terdampar di pantai, sebagian besar tenggelam ke dasar laut atau dikonsumsi.
Hal ini menjadi tantangan untuk memahami berapa banyak paus yang dibunuh atau, jika kita menemukan bangkainya, bagaimana mereka mati.
Ini memiliki implikasi konservasi yang penting. Misalnya, penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa kita mengurangi jumlah kematian paus sikat Atlantik Utara (North Atlantic right whales) yang sangat terancam punah sebesar 64% — dan itu adalah salah satu spesies paus yang paling banyak dipantau di dunia, yang sering mati setelah berbenturan dengan kapal pengangkut.
2. Kapal vs Paus
Globalisasi berarti semakin banyak kapal raksasa yang melintasi dunia setiap hari, di mana mereka dapat menyeberang ke tempat paus mencari mangsanya atau melalui rute migrasi.
Dan ketika sebuah kapal menabrak ikan paus, bukan kapalnya yang kalah.
Baru-baru ini, hasil nekropsi mengungkapkan bahwa setidaknya dua paus abu-abu (gray whales) yang ditemukan mati di dekat Teluk San Francisco telah terluka oleh kapal. Sementara paus bungkuk (humpback whale) yang terluka diamati di dekat Vancouver.





Komentar tentang post