Senin, September 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Ancaman Baru Bagi Spesies Paus

redaksi
18 Mei 2021
Kategori : Konservasi, Orca, Sampah & Polusi
0
Ancaman Baru Bagi Spesies Paus

Paus sikat Atlantik Utara. FOTO: NOAA/THE REVELATOR

Sementara itu, ada alasan besar untuk melindungi paus dari perubahan iklim: keberadaan mereka membantu melindungi kita dari perubahan iklim.

Kotoran mereka membantu memberi makan fitoplankton, yang berfotosintesis dan menyerap karbon dioksida. Kotoran yang tenggelam ke dasar laut menyerap gas rumah kaca yang mengubah dunia.

Demikian pula tubuh paus, menyimpan sejumlah besar karbon yang dapat diserap ketika mati.

4. Plastik: Ancaman yang Menyakitkan

Ketika paus secara tidak sengaja mengonsumsi sampah plastik yang mereka temukan terapung di lautan, akibatnya bisa mematikan – baik secara langsung maupun perlahan-lahan.

Hasil penyelidikan kematian paus menemukan plastik sebagai penyebabnya. Salah satu contoh terbaru terjadi di Bangladesh. Dua paus mati terdampar di dekat resor pada bulan April.

Dan ingat spesies paus yang baru saja ditemukan, salah satu alasan kita mengetahui spesies itu ada karena bangkai yang terdampar di dekat Florida Everglades pada tahun 2019.

Ilmuwan menemukan bahwa paus ini mati karena sepotong plastik kecil bergerigi 2,5 inci yang bersarang di perutnya dan menyebabkan pendarahan internal dan nekrosis.

Partikel plastik yang lebih kecil mungkin juga memiliki implikasi kesehatan bagi paus, bahkan di lokasi yang paling terpencil sekalipun.

Halaman 4 dari 6
Sebelumnya1...3456Selanjutnya
Tags: Paus RicePerburuan PausPerubahan Iklimsampah plastik
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

2 ABK Indonesia Meninggal di Mauritius

Next Post

Banjir 3 Meter Melanda Aceh Singkil

Postingan Terkait

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

Monster Baru di Laut Mediterania Sampah Plastik

8 Agustus 2026
Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

5 Agustus 2026

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Next Post
Banjir 3 Meter Melanda Aceh Singkil

Banjir 3 Meter Melanda Aceh Singkil

Komentar tentang post

TERBARU

Bara Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan

Jalur Penyeberangan Selat Sunda Tidak Terganggu Letusan Gunung Anak Krakatau

8 Bandara Ditutup Sementara, BMKG Terus Memantau Pergerakan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Kemenhub Siapkan Bandara Alternatif untuk Menghindari Penumpukan Penumpang

7 Bandara Termasuk Soekarno-Hatta Masih Ditutup Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 2.300 Penerbangan Terdampak

Penutupan 8 Bandara Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menhub: Pastikan Pemeriksaan Pesawat Sebelum Beroperasi

AmsiNews

REKOMENDASI

Posko Kesehatan Unair Layani Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang

Bibit Siklon Tropis 92S Saat Ini Bergerak di Selatan Jawa Timur

Menteri Susi: Laut Memiliki Hak untuk Dilindungi

KRI Rigel-933 Berhasil Mendeteksi KMP Yunicee yang Tenggelam di Perairan Gilimanuk

Maleo Berkurang di Bakiriang

AMSI: Membangun Ekosistem Digital Untuk Masa Depan Bersama

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.