Pada video berdurasi 2:28 yang diposting BBC News di Youtube memperlihatkan sampah-sampah masker dan sarung tangan itu mencemari laut di sejumlah negara seperti Turki & Inggris.
Doug Cress, wakil presiden bidang konservasi Ocean Conservacy menyebut dunia telah mengalami krisis sampah plastik di laut sebelum pandemi, dan kini hal tersebut diperparah dengan sampah medis sekali pakai yang berakhir di laut.
Sampah plastik ditemukan hampir 11 kilometer di bawah laut DI Palung Mariana, Samudera Pasifik..
“Masker dan sarung tangan yang Anda buang begitu saja karena hari itu Anda merasa sudah aman bisa menjadi benda yang membunuh ikan paus,” ujar Cress.
Kini dibutuhkan kesadaran bersama. Mulai hari ini “SAMPAH masker jangan buang disembarang tempat.” Sehingga kita telah berkonrtribusi pada dua hal sekaligus yaitu: “memperkecil penularan virus corona & mencegah lingkungan laut tercemar.”
Untuk masker satu kali pakai, segera buang ke tempat sampah tertutup atau kantong plastik. Masker kain, masukkan ke dalam kantong kertas atau kantong kain, atau menggunakan kantong plastik.*
Riswan Lapagu, Direktur RISLAW institute, mantan Wakil Ketua Internal Dewan Pengurus YLBHI tahun 2002-2005.





Komentar tentang post