Selain itu, leadership kuat yang dimiliki Walikota Surabaya, Tri Rismaharini juga menjadi kunci dalam keberhasilan pengelolaan sampah di Surabaya.
“Surabaya memang patut dicontoh, Ibu Risma dan jajarannya yang telah bekerja keras, kuncinya memang leadership yang kuat,” kata Vivien.
Dalam kunjungan ini, Dechen dan rombongan melihat keberhasilan Surabaya dalam pengelolaan sampah.
Dechen dan rombongan ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Benowo. TPA Benowo yang dikelola PT Sumber Organik ini mengolah sampah sekitar 1600 ton perhari.
Sebagian besar sampah tersebut, 60 persennya adalah limbah organik, sisanya adalah limbah anorganik. Limbah itu kemudian digunakan untuk proyek Pembangkit Listrik dari Gas yang dapat menghasilkan listrik sebesar 2 Megawatt per hari.
Setelah TPA Benowo, rombongan menuju Taman Bungkul menggunakan Surabaya Bus. Dechen sangat terkesan dengan inovasi Surabaya Bus, pasalnya bus ini dibayar dengan botol air minum plastik, sebagai upaya pengurangan sampah plastik.
Pada Kamis (10/1), rombongan mengunjungi Pusat Daur Ulang (PDU) Jambangan, sebuah kerjasama antara KLHK dan Dinas Kebersihan Kota Surabaya, yang menggunakan teknologi Black Soldier Fly (BSF), serta mengunjungi Bank Sampah di Kecamatan Jambangan.
Ini bukan pertama kalinya perwakilan UN Environment berkunjung ke Surabaya. Sebelumnya, delegasi United Nations Environment Programme (UNEP) pusat, melihat langsung praktek pengelolaan sampah di Surabaya, Oktober 2018.*





Komentar tentang post