Plastik ada di mana-mana di laut dan samudra. Tidak hanya dapat membunuh hewan yang memakannya, tetapi juga ditemukan di tubuh.
Sampah plastik ini mencemari seluruh rantai makanan. Biasanya, potongan-potongan plastik yang ditemukan pada ikan, kerang dan krustasea dalam bentuk mikroplastik yang tidak terlihat oleh mata telanjang.
Dosen ekologi kelautan dari Universitas York Bryce Stewart mengatakan, sangat terkejut dengan temuan potongan plastik dalam perut lobster.
“Ini sangat tidak biasa. Mengapa lobster memakannya, kita hanya bisa menebak,” kata Stewart.
Menurut Stewart, kadang-kadang kita menemukan potongan-potongan plastik yang sangat kecil di perut mereka. “Pikiran pertama saya, mungkin potongan karet yang digunakan untuk mengikat cakar bersama, ternyata tidak,” ujarnya.
Ini yang pertama kali muncul. Apabila hal seperti ini menjadi lebih umum, maka sangat mengkhawatirkan. “Jika terjadi lagi, akan menjadi sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Di Indonesia, kemasan plastik telah ditemukan didalam perut ikan raja laut (Ikan purba, coelacanth) atau fosil hidup di Manado. Menurut Prof Dr Markus T Lasut MSc dari Fakultas Perikanan dan Ilmu kelautan (FPIK) Universitas Sam Ratulangi Manado secara tidak disengaja, telah ditemukan plastik di dalam usus besar spesimen fosil hidup ikan raja laut, Latimeria menadoensis.*





Komentar tentang post