Rabu, Mei 27, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Keistimewaan dan Keunikan Mola-mola

redaksi
1 September 2018
Kategori : Biota Eksotis
0
Keistimewaan dan Keunikan Mola-mola

Mola-mola ditangkap nelayan di Teluk Manado. FOTO: DOK. ISTIMEWA

MOLA-MOLA bukan satwa laut yang menyeramkan. Tubuhnya memang besar dan agak bulat.

Namun ikan ini tidak berbahaya bagi manusia. Barisan gigi di kedua rahangnya juga tidak menakutkan.

Mulutnya kecil, dibandingkan dengan ukuran tubuh. Biasanya, mulut ini terbuka ketika memangsa makanan favoritnya, ubur-ubur.

Keistimewaan dan keunikan mola-mola ada pada kulitnya yang tak bersisik. Seperti bunglon, mola–yang dalam bahasa Latin berarti batu gerinda—itu bisa memainkan gradasi warna kulitnya di laut dalam jika nyawanya terancam predator semacam hiu.

Dengan gradasi warna, mola-mola dapat membuat warna kulitnya menjadi lebih gelap untuk meloloskan diri.

Keistimewaan lain, kulit mola-mola dapat menampung sampai 40 spesies parasit laut. Untuk membersihkan diri, mola-mola punya beberapa cara.

Di perairan beriklim sedang (subtropis), mola-mola menggunakan lumut laut dan jenis ikan lain yang berlabuh pada tubuhnya.

Pada iklim tropis, mola-mola bergantung pada jenis-jenis ikan karang. Dengan menggolekkan satu sisi tubuhnya di permukaan, seperti sedang berjemur.

Dalam kondisi seperti itu, burung-burung laut mematuk-matuk parasit itu dari kulitnya. Kebiasaan satu ini yang memberinya nama populer sebagai sunfish.

Satu lagi kebiasaannya yang gemar melompat-lompat hingga lebih dari tiga meter di atas permukaan air. Melompat-lompat di atas permukaan ini diduga terkait dengan ritual membersihkan parasit itu.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BunakenManadoMola-mola
Bagikan12Tweet8KirimKirim
Previous Post

Pesan Bagi Nelayan di Teluk Manado

Next Post

Sarjana Kelautan Unsrat: Jaga Kelestarian Mola-mola

Postingan Terkait

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

30 Januari 2026
Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

27 Januari 2026

Spesies Ikan Baru Ditemukan di Pulau Taiping, Taiwan

Peneliti Temukan Spesies Ikan Baru di Guangdong, Cina selatan

Pari Kikir Tak Bisa Ditangkap Secara Bebas

Indonesia Tetapkan 5,75 Juta Hektare Kawasan Konservasi Hiu dan Pari

Fosil Kerang Langka Ditemukan dalam Keadaan Hidup

Triliunan Bayi Kepiting Merah Migrasi Tahunan di Pulau Christmas

Next Post
Mola-mola Ditangkap Nelayan di Teluk Manado

Sarjana Kelautan Unsrat: Jaga Kelestarian Mola-mola

Komentar tentang post

TERBARU

Iduladha, Semangat Keikhlasan dan Energi Kebersamaan

Iduladha, Spirit Kurban Merawat Alam dan Kemanusiaan

Seleksi Mahasiswa Baru Makin Berintegritas, Animo Peserta SNBT 2026 Meningkat

Seleksi Mahasiswa Baru, 256.369 Peserta Lulus Seleksi Jalur SNBT

7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Ada 4.000 Anggrek di Indonesia, 3 Spesies Baru

AmsiNews

REKOMENDASI

Produk Batik Motif Mangrove Jadi Unggulan di Semarang

Bioprospeksi Moluska untuk Obat-obatan

KPU Siap Melaksanakan Pemungutan Suara Ulang di Dapil Gorontalo 6

Belum Bisa Dipastikan Penyebab Kematian Paus Sperma di Wakatobi 

Mengenal Hantavirus, Kelompok Virus Zoonotik yang Ditularkan Hewan Pengerat Seperti Tikus Liar

Gempa Tojo Una-Una, 1050 Warga Masih Mengungsi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.