Materi diskusi diarahkan berupa studi kasus. Peserta didorong agar dapat merancang penyusunan rencana tindak lanjut dalam upaya perlindungan dan menjaga kelestarian sumber daya alam (SDA), pengelolaan ekowisata, pengelolaan sampah, dan upaya pengembangan produk dari kegiatan insentif yang pernah diberikan sebelumnya.
Terdapat tiga desa dampingan di Toli-Toli, yaitu Desa Malala, Ogotua dan Santigi. Masing-masing desa mempunyai potensi dan kini sedang mengembangkan usahanya.
“Kami hadir untuk membantu mereka. Kita berikan studi banding supaya mereka dapat mengetahui bagaimana mengembangkan wisata yang baik dan kelembagaan yang ada. kita juga berikan gambaran konservasi,” ujar Aflaha Abdul Munib Site manager Tolitoli, FPIK IPB.
Kegiatan ini turut menghadirkan beberapa narasumber yaitu Sukendi perwakilan dari Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut-KKP, Adriani selaku Wakil Ketua CoE Dugong and Seagrass DSCP IPB, Fery Kurniawan dan M. Nur Arkham dari Pusat Kajian Sumberdaya, Pesisir dan Lautan (PKSPL) Institut Pertanian Bogor (PKSPL-IPB), Syahrul selaku pemandu wisata lokal, serta Mahariyah selaku Penggiat Sentra Penyuluhan Konservasi Berbasis Masyarakat.*
Sumber: ipb.ac.id





Komentar tentang post