Untuk memperoleh bakteri bioluminesensi dilakukan isolasi, pemurnian dan dikulturkan. Isolasi bakteri dilakukan dengan beberapa sampel dan tempat yang berbeda. Sampel utama cumi-cumi, lumpur laut, dan air laut, didapatkan dari pantai utara (Lamongan) dan pantai utara (pesisir Pulau Sempu, Malang).
Berdasarkan penelitian ini, isolasi dilakukan dengan tiga kali pengulangan pada tiap sampel dan tiap tempat. Pengujian awal menggunakan sinar UV sebagai salah satu parameter perpendaran pada sampel.
Kemudian dilakukan pemurnian dan pengkulturan untuk menumbuhkan bakteri bioluminesensi. Media yang digunakan selanjutnya adalah LA (Luminescent Agar) dan LB (Luminescent Broad).
Bakteri pada media LA yang telah tumbuh, diuji dengan menggunakan metode cat gram. Yang digunakan adalah cat gram A, B, C, dan D.
Hasil yang didapatkan, bakteri ini berbentuk bulat (Coccus), tidak berflagela, dan berwarna merah (gram negatif). Jenis bakteri ini photobacterium phosporium.
Selanjutnya, bakteri tersebut dikondisikan seperti pada cairan yang berwarna. Cairan tersebut yang dapat digunakan sebagai tinta bercahaya pada bolpoin.
Dengan adanya jenis bolpoin yang tintanya dapat bercahaya, diharapkan mampu mengurangi penggunaan smart phone. Karena tulisan yang dihasilkan oleh bolpoin dapat terbaca pada tempat yang gelap.





Komentar tentang post