Kamis, April 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Budidaya Tuna di Jepang

DONNA OCTAVIANA (OKINAWA, JEPANG)

redaksi
2 Agustus 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Budidaya Tuna di Jepang

Budidaya bluefins tuna di Jepang. FOTO: DONNA OCTAVIANA

NEGARA Jepang dikenal sebagai pemakan ikan tuna terbesar di dunia. Jumlah hasil tangkapan tuna yang masuk ke Jepang, baik yang ditangkap sendiri dan yang dibeli dari luar jumlahnya mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

Apalagi, hasil penelitian satu dekade lalu menyebutkan bila tidak ada pembatasan perburuan ikan tuna, pasokan dan persediaan akan berkurang. Bahkan tuna bisa musnah 30 tahun mendatang.

Kini penangkapan ikan tuna tidak semuanya langsung berasal dari perburuan di laut lepas. Sejumlah negara berupaya mengembangkan pemeliharaan tuna melalui budidaya. Seperti halnya di Jepang.

Berikut ini catatan Donna Octaviana, Penyuluh Perikanan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan, di Motobu, Okinawa Jepang. Dona saat ini masih mengikuti Training Sustainable Fisheries Program dari Japan International Cooperation Agency.

Budidaya tuna di Jepang tidak dilakukan secara sembarangan. Dan tidak semua orang atau perusahaan bisa mendapatkan izin untuk membuka usaha budidaya ini. Misalnya, untuk budidaya bluefins tuna.

Hal ini lantaran jenis bluefins sudah dibatasi pengambilannya secara langsung dari alam.

Pemiliharaan tuna hasil budidaya ini rata-rata selama 2,5 tahun. Benih diambil dari alam, kemudian dibesarkan. Jumlah yang ditebar sebanyak 1.500 ekor.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BudidayaJepangTuna
Bagikan35Tweet18KirimKirim
Previous Post

Budidaya dan Memijahkan Tuna Sirip Kuning

Next Post

Mahasiswa Brawijaya Temukan Tinta Bercahaya dari Bakteri Laut

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Mahasiswa Brawijaya Temukan Tinta Bercahaya dari Bakteri Laut

Mahasiswa Brawijaya Temukan Tinta Bercahaya dari Bakteri Laut

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Laut Maluku M7,6 di Dekat Pulau Batang Dua Mekanisme Pergerakan Naik

Tsunami Akibat Gempa Laut Maluku Menyebar Hingga Bumbulan dan Sitaro

Gempa Laut Maluku M7,6 Dirasakan V-VI di Ternate, Terdeteksi Tsunami di Sidangoli

Tsunami Akibat Gempa M7.6 di Laut Maluku Terdeteksi 0,75m di Minahasa Utara

Gempa Laut Maluku M7,6: Tsunami Terdeteksi, Sejumlah Wilayah Siaga dan Waspada

Gempa M7,6 Laut Maluku, Tsunami Terdeteksi di Halmahera Barat dan Bitung

AmsiNews

REKOMENDASI

Mahasiswa FMIPA Pembicara Terbaik KDMI UNG

Mengenal Dewan Hidrografi Indonesia

Sekolah Virtual Mengamati Benda Langit dengan Teleskop Terbesar di Dunia

Fakultas Kelautan UNG dan MDPI Kerja Sama Keberlanjutan Sektor Kelautan dan Perikanan

Korban Meninggal Banjir dan Longsor Jabodetabek 16 Orang

Menuju Titik Kritis, BMKG: 2024 Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.