Rumpon (fish agregation device, FAD) sudah lama dikenal sebagai alat bantu penangkapan yang berfungsi untuk memikat ikan agar berkumpul di suatu area. Penelitian yang sudah dikembangkan tim FPIK-IPB ini, dengan melakukan ujicoba sejak 2013 lalu. Hasil ini dapat menjadi solusi dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dan pengelolaan lingkungan.

Berdasarkan kajian yang ditulis ketiga peneliti dalam Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 4 No 1 Mei 2013, penelitian didasari produksi perikanan tuna dan cakalang berbasis rumpon terus menurun dengan ketersediaan sumberdaya yang terbatas. Di sisi lain, daerah penangkapan tuna dan ikan cakalang semakin jauh.
Karena itu, perlu upaya untuk pemanfaatan yang semakin meningkat tersebut, dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan. Dari permasalahan ini, dilakukan kajian pembuatan rumpon portable yang mudah dibawa kemana-mana dan tingkat kelayakan pemanfaatan rumpon dan optimalisasi armada penangkapan yang beroperasi di sekitar rumpon agar produktivitas optimum dapat terjaga.
Pengkajian terhadap rumpon portable ini antara lain untuk pengelolaan ikan tuna dan cakalang secara berkelanjutan. Selain itu, untuk mengantisipasi implementasi Code of Conduct for Responsible Fisheries.





Komentar tentang post