Kamis, Juni 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Trawl Merusak Ekosistem Laut

redaksi
14 Oktober 2019
Kategori : Berita
0
Trawl Merusak Ekosistem Laut

FOTO: KKP

Jakarta – Penggunaan alat tangkap perikanan jenis trawl merusak ekosistim laut dan berpotensi memicu konflik horizontal.

Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan, berdasarkan data yang ada, penggunaan trawl, seperti di Lamongan masih cukup banyak.

“Saat ini terdapat sekitar 500 kapal ikan ukuran dibawah 5 GT (Gros Ton) yang beroperasi menggunakan trawl di perairan Lamongan,” kata Abdi, Jumat (11/10).

Penggunaan alat tangkap trawl juga masih ditemukan pada perairan lain di Indonesia seperti Bengkulu, Sumatera Utara dan Mempawah, Kalimantan Tengah.

Menurut Abdi, penggunaan alat tangkap trawl sering menggangu kegiatan penangkapan kepiting rajungan yang juga banyak dilakukan oleh nelayan setempat. “Potensi konflik antara nelayan trawl dan rajungan sangat besar, sebab alat tangkap mereka sering terkena pukat trawl,” kata Abdi.

Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur dibantu pihak terkait mesti melakukan upaya untuk menghentikan penggunaan trawl karena menimbukan kerugian secara ekologi, sosial dan ekonomi.

Peneliti DFW-Indonesia, Laode Gunawan Giu mengatakan, selain penggunaan trawl, pemerintah juga belum bersikap tegas terhadap pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang di Jawa Timur. “Sekitar kurang lebih 900 kapal ikan ukuran dibawah 30 GT di Lamongan yang beroperasi secara illegal,” kata Gunawan.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: CantrangDFW-IndonesiaJaring Trawl
Bagikan40Tweet5KirimKirim
Previous Post

270 Kasus Penyelundupan Benih Lobster Berhasil Digagalkan

Next Post

Terapkan Tiket Online, Dalam 5 Bulan, Gili Matra Raup Rp 2 Miliar

Postingan Terkait

Gempa Darat M6,7 Guncang Palu dan Sigi, Terasa Hingga Gorontalo

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

18 Juni 2026
Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

18 Juni 2026

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

BNPB Kirim Dukungan Logistik Korban Gempa di Sulawesi Tengah

Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

Dasar Laut yang Terangkat Akibat Gempa Sarangani M7,8 di Mindanao Akan Dijadikan Monumen Geologi

Bibit Siklon Tropis 92W Terletak di Dekat Guam

Lebih Dari 1.200 Rumah Rusak di Kabupaten Sigi Akibat Gempa di Sulawesi Tengah

Next Post
Terapkan Tiket Online, Dalam 5 Bulan, Gili Matra Raup Rp 2 Miliar

Terapkan Tiket Online, Dalam 5 Bulan, Gili Matra Raup Rp 2 Miliar

Komentar tentang post

TERBARU

703 Kali Gempa Susulan di Sulawesi Tengah

Korban Tewas Gempa Sulawesi Tengah Tiga Orang, 108 Terluka

Gempa Sulawesi Tengah Mengakibatkan 6.458 Orang Terdampak, Rumah Rusak 1.615 Unit

BNPB Kirim Dukungan Logistik Korban Gempa di Sulawesi Tengah

Dosen Fakultas Kelautan UNG Salah Satu Peserta Akuakultur Berkelanjutan Indonesia di Shanghai Cina

Dasar Laut yang Terangkat Akibat Gempa Sarangani M7,8 di Mindanao Akan Dijadikan Monumen Geologi

AmsiNews

REKOMENDASI

3 Kapal Ilegal Filipina Ditangkap di Laut Sulawesi

Wali Kota Gorontalo Apresiasi Pelatihan Literasi Berita AMSI

Cuaca Ekstrem, Bunaken Banyak Dapat Kiriman Sampah

Hari Lingkungan Hidup Momen Penting Tingkatkan Kesadaran Kepedulian

Pemerintah Oman Pelajari Rehabilitasi Mangrove di Indonesia

Grup Merdeka Menyayangkan Perusakan Fasilitas Proyek Emas Pani di Pohuwato

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.