PADA 22 Juni lalu, penyelam dari Salvador Scuba Gorontalo Cecep Nawai, bersama sejumlah wisatawan menyaksikan delapan ekor paus pilot di perairan Boalemo Gorontalo.
Bagi nelayan Gorontalo, paus pilot ini dikenal dengan nama paupau. Paus pilot biasa mendatangi rumpon nelayan. Terutama di lokasi nelayan yang sedang memancing ikan tuna.
Paus pilot dengan nama Indonesia Paus pemandu sirip pendek, sedangkan nama ilmiah Globicephala macrorhynchus.
Dalam dua tahun ini, pemberitaan tentang paus pilot banyak menyita perhatian berbagai kalangan. Seperti di pantai Farewell Spit Selandia Baru, pada Februari 2017, sedikitnya 400 paus pilot terdampar. Dari jumlah itu, hanya 100 yang bisa diselamatkan kembali ke laut lepas. Kemudian, di Australia, pada 23 Maret 2018, sedikitnya 100 paus pilot terdampar di Teluk Hamelin.
Awal Juni tahun ini, seekor paus pilot terdampar di pantai Thailand. Paus pilot ini tak bisa berenang dan sulit bernapas. Lima kantong plastik dimuntahkan. Upaya pertolongan agar paus ini bisa tetap hidup tak membuahkan hasil.
Paus pilot ini mati. Setelah dilakukan autopasi ditemukan sebanyak 80 kantong plastik di dalam perutnya.
Paus pilot dan jenis paus lainnya, termasuk hewan tertua di bumi. Hidupnya berkelompok 25 hingga 50 ekor. Perjalanannya di laut tergantung pada pemimpin rombongan.





Komentar tentang post