Minggu, November 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Physalia physalis, Spesies Ubur-Ubur Paling Berbahaya di Laut

redaksi
25 Agustus 2021
Kategori : Kajian, Kesehatan
0
Warga Sumatera Barat Tersengat Ubur-ubur Bluebottle, 8 Masuk Rumah Sakit

Ubur-ubur Bluebottle di Australia. FOTO: KIM COLVILLE VIA ABC.NET.AU

Darilaut – Banyak jenis ubur-ubur. Namun ubur-ubur yang satu ini paling berbahaya di laut: Physalia physalis.

Orang Indonesia mengenal spesies Physalia physalis dengan sebutan ubur-ubur api. Terdapat pula beberapa penamaan di daerah, seperti krawe, leteh, atau impes.

Dalam bahasa Inggris, hewan ini dikenal dengan “the-portuguese man-of-war”, “man-of-war” atau “pacific-man-of-war”.

Sebelum pandemi Covid-19, setiap tahun diperkirakan terjadi 150 juta kasus serangan ubur-ubur pada manusia di dunia dan ubur-ubur api diyakini memiliki kontribusi besar atas sejumlah kasus tersebut.

Di negara bagian Queensland, Australia, misalnya, dilaporkan terjadi hingga 47.785 kasus serangan ubur-ubur api selama kurun waktu 2018–2019. Di Australia, ubur-ubur api dikenal dengan “the bluebottle”.

Ubur-ubur api dikenal sebagai salah satu anggota Filum Cnidaria yang paling berbahaya di laut. Filum ini dikenali dari ciri khasnya, yaitu memiliki sel cnidocyte (knidosit) pada tubuhnya.

Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mochamad Ramdhan Firdaus, knidosit adalah sel penyengat yang digunakan untuk menangkap mangsa atau melindungi diri dari musuh. Pada ubur-ubur api, sel ini dikenal dengan nama nematocyst (nematosit).

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: AustraliaGunung KidulJellyfishLIPISengatan Ubur-uburSumatera BaratUbur-uburYogyakarta
Bagikan30Tweet19KirimKirim
Previous Post

Kapal Perikanan Spanyol Tenggelam di Senegal, 7 ABK Dipulangkan ke Indonesia

Next Post

Temuan Spesies Baru Krustasea di Garis Wallace Lombok

Postingan Terkait

Pantarlih Dalam Mutarlih

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

30 Oktober 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Haruskah Bahasa Indonesia Dilarang di Kelas Bahasa Inggris?

29 Oktober 2026

Pekan Pencegahan Keracunan Timbal, WHO: Risiko Terhadap Anak-Anak Sangat Berbahaya

Siti Hajar: Ratu Zamzam

Media Beretika Bukan Media yang Tidak Pernah Salah

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Panas Ekstrem Membahayakan Kesehatan Ibu dan Bayi

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

Next Post
Temuan Spesies Baru Krustasea di Garis Wallace Lombok

Temuan Spesies Baru Krustasea di Garis Wallace Lombok

Komentar tentang post

TERBARU

Misi Pemantauan Laut Copernicus Sentinel-6

Satelit Altimetri Copernicus Melacak Kenaikan Permukaan Laut, Badai dan Fenomena El Niño

250 juta Hektare Daratan dan Perairan Dalam Proses Pemulihan

Siti Asiyah Sang Pejuang Iman Dari Sungai Nil

Topan Super In-fa Terletak di Dekat Kepulauan Mariana Utara

El Niño Sangat Kuat Mendorong Kekeringan, 4349 Titik Panas di Kalteng, Papua Selatan dan Sumsel

AmsiNews

REKOMENDASI

Pantarlih Gorontalo Utara Telah Merampungkan Coklit Pilkada 2024

Polusi dan Penyakit Minamata, Pemerintah Kembangkan Penambangan Emas Tanpa Merkuri

Tekuni Ikan Hiu dan Pari, Alumni FPIK Undip Jadi Peneliti di IUCN

LIPI Fokus Riset 3 Aspek Kebencanaan di Indonesia

Bencana Iklim, Lebih 1000 Orang Tewas Akibat Banjir di Pakistan

Bank Genetik dan Bioinformatik kelautan Perlu Dikembangkan di Indonesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.