Menurut Tekstianto, selain bantuan bibit mangrove yang 100.000 batang tadi, terdapat program bibit gratis untuk masyarakat. Bibit ini berupa jenis tanaman kayu-kayuan maupun MPTS (Multy Purpose Tree Species) sebanyak 700.000 batang. Total tahun ini mendapat alokasi 800.000 batang.
Selain kebun bibit, BPDASHL Baturusa Cerucuk juga membuat terobosan dengan memanfaatkan limbah kemasan plastik air mineral sebagai media bibit, yang selama ini menggunakan polybag.
Penggunaan kemasan air mineral dari sisi teknis juga memiliki kelebihan. Akar bibitnya menjadi lebih compact dibandingkan dengan polybag, sehingga lebih memudahkan dalam proses pemindahan dan penanamannya.
Melalui momentum Hari Mangrove Sedunia, pemerintah mengajak untuk menggelorakan semangat menanam mangrove. Mengingat manfaatnya yang begitu besar, perlu peran serta seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu memberikan kontribusi dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove.
Pada momentum Hari Mangrove Sedunia, pemerintah konsisten untuk terus memperbaiki kualitas lingkungan, termasuk ekosistem mangrove. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama pemerintah daerah serta masyarakat telah melakukan penyelamatan ekosistem mangrove. Rata-rata setiap tahun areal yang ditanami mangrove sekitar 1.000 hektar.





Komentar tentang post