Nur Laila menyampaikan disertasi berjudul “Memanggil Weber, Mereduksi Risiko Tsunami: Interelasi Birokrasi Digital, Kapital Offline, dan Kapital Digital dalam Tsunami Selat Sunda 2018”.
Dalam sidang promosi doktor Nur Laila menjelaskan tentang upaya mereduksi risiko tsunami dalam konteks kajian ilmu sosiologi. Disertasi ini mengambil studi kasus tsunami Selat Sunda pada tahun 2018.
Mengutip Ui.ac.id, Nur Laila menjelaskan terdapat beberapa permasalahan yang terjadi dalam upaya penanganan bencana tsunami Selat Sunda. Seperti ketiadaan peran dan fungsi dari kepala desa dalam penilaian responden.
Selain itu, kata Nur Laila, permasalahan juga terjadi pada implementasi rapid information sistem yang belum saling terhubung antara BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika); PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), BNPB, dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi).
Ini terjadi karena adanya ketidaksesuaian struktur birokrasi kebencanaan di tingkat provinsi, serta keterbatasan pengelolaan data dan informasi.
Nur Laila mengatakan dalam konteks textual network analysis pada media sosial twitter, menunjukkan adanya kepentingan politik dan secara tidak langsung mengindikasikan bahwa tsunami vulkanik belum dipandang sebagai sebuah risiko melainkan sebuah aksi-reaksi.





Komentar tentang post