Selasa, Oktober 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Kapal Ikan China Masih Merayau di Perairan Kepulauan Galapagos

redaksi
30 September 2021
Kategori : Berita
0
Kapal Ikan China Masih Merayau di Perairan Kepulauan Galapagos

Kapal ikan berbendera China penangkap cumi-cumi. FOTO: SEASHEPHERD/AP

Kepulauan dan perairan Galapagos merupakan kawasan perlindungan laut terbesar di dunia. Zona yang berada dari daratan Ekuador dan Galapagos ini masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Perairan ini termasuk kawasan migrasi berbagai jenis spesies laut yang langka, termasuk hiu paus.

Mengutip Sea Shepherd, tahun 2020, lebih dari 300 kapal penangkap ikan cumi-cumi Tiongkok menarik perhatian yang luas dari media internasional. Kapal ini terdeteksi menangkap ikan di dekat perbatasan perairan kedaulatan Ekuador yang mencakup cagar laut Galapagos.

Hal ini menambah kekhawatiran penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU, illegal, unreported and unregulated fishing).

Armada tersebut menargetkan cumi-cumi berukuran besar, spesies yang status konservasinya “kurang data” karena informasi yang tidak memadai tentang kelimpahan dan distribusi, dan sumber makanan penting bagi banyak spesies termasuk hiu martil yang terancam punah dan anjing laut bulu Galapagos.

Dalam beberapa dekade terakhir, armada kapal perikanan China telah menjadi yang terbesar di dunia, dan menempati urutan pertama dalam prevalensi penangkapan ikan ilegal.

Selama beberapa tahun, Global Fishing Watch – sebuah organisasi nirlaba internasional yang memantau tren penangkapan ikan internasional – telah mengibarkan bendera tentang ketidakberesan dengan sistem pelacakan kapal squid jigger China.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: illegal fishingIUU FishingKapal Ikan ChinaKepulauan GalapagosSea Shepherd
Bagikan2Tweet2KirimKirim
Previous Post

200 Awak Kapal Pelaku Illegal Fishing Dipulangkan ke Vietnam

Next Post

Jeritan Nelayan Indonesia di Kapal Ikan China di Perairan Galapagos

Postingan Terkait

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

13 Oktober 2026
7 Tim Mahasiswa UNG Lolos Pendanaan Program Kreativitas Kemdiktisaintek

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

13 Oktober 2026

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Topan Koguma Sedikit Melemah di Dekat Tokyo

Next Post
Jeritan Nelayan Indonesia di Kapal Ikan China di Perairan Galapagos

Jeritan Nelayan Indonesia di Kapal Ikan China di Perairan Galapagos

Komentar tentang post

TERBARU

Banjir Dahsyat Kembali Menghantam Nepal

Sejumlah Mahasiswa UNG Juara Kompetisi Nasional

Anomali Kondisi Suhu di Seluruh Dunia

September 2026 Bulan Terhangat di Eropa

Anomali Suhu Permukaan Laut Mencerminkan El Niño Berkembang Pesat

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

Ada 50 Ribu Tanaman Dapat Dimakan, Dunia Bergantung pada Beras, Jagung dan Gandum

Indonesia Dikepung 3 Lempeng dan Jalur Gunung Api Paling Aktif di Dunia

Mengatasi Polusi Fosfor

Sejumlah Jenis Pari yang Dilindungi

Geopolimer untuk Pemecah Gelombang dan Struktur Bawah Laut

Gerhana Bulan Warna Merah Terlihat di Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.