Mendengar jawaban itu, Sawerigading segera berangkat dengan perahunya.
Tiba di Palu, perahunya tenggelam karena bencana alam. Perahu dan semua isinya hancur.
Sawerigading menancapkan tokong lopinna (tongkat perahunya) ke tanah. Itulah yang sekarang tumbuh menjadi bambu gading emas di atas gunung.*
Sumber: Sawerigading Versi Sulawesi Tengah, ditulis Hasan Basri dan Baso Siojang. Tulisan ini dalam buku: La Galigo, Menelusuri Jejak Warisan Sastra Dunia. Pusat Studi La Galigo, Juni 2003.





Komentar tentang post