Tujuan penelitian ini untuk mengungkap diversitas genetik burung maleo berdasar sekuen intron satu gen rhodopsin nukleus dalam rangka menyiapkan data molekular/data base. Selain itu, untuk membantu konservasi burung maleo dan anggota Megapoda yang lain bagi kepentingan penelitian atau pertimbangan pelestarian satwa langka di masa yang akan datang.
Saat penelitian ini dilakukan, informasi tentang diversitas genetik khususnya burung maleo belum pernah dilaporkan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, dilakukan penelitian untuk mengungkap diversitas genetik burung maleo dengan pendekatan molekular.
Analisis sekuen DNA diperoleh dari masing-masing individu dan sekuen DNA pembanding
yang diperoleh dari data bases Internasional (DNA Data Bank of Japan, Jepang) digunakan sebagai dasar untuk mengungkap diversitas genetik burung maleo.

Data sekuen DNA RDP1 hasil sekuensing dan sekuen DNA yang diperoleh dari data bases Internasional disimpan dalam MS Words dalam bentuk text file kemudian diedit dengan program PFE (Programmer File Editor).
Sebaran haplotipe burung maleo adalah 3 haplotipe (A,C,E) pada individu sampel asal
habitat pantai (Tanjung Matop/Bakiriang) lebih rendah dari haplotipe yang teridentifikasi dari
habitat hutan (Pakuli/Sakuli) yaitu 6 haplotipe (A,B,C,D,F,G). Haplotipe A dan C adalah haplotype yang umum ditemukan pada dua lokasi.





Komentar tentang post