Terkait fenomena tersebut, Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menduga peristiwa ini terjadi karena pergerakan massa air dalam ke permukaan atau disebut dengan upwelling, akibat gelombang tinggi dan arus kuat pada Selasa (13/7) malam.
Pada saat terjadi upwelling tersebut, bersamaan dengan perilaku timun laut yang sedang aktif keluar dari liangnya.
Penjelasan ini disampaikan Tim Teripang Pusat Penelitian Oseanografi LIPI (Bioekologi, Penginderaan Jauh dan Oseanografi Fisika) yang dikoordinir oleh Ana Setyastuti, Ismiliana Wirawati dan Muhammad Hafizt.
Setelah dianalisis, teripang atau timun laut yang terdampar dalam jumlah banyak ini tidak bernilai ekonomis di Indonesia.





Komentar tentang post