Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Monumen Alam di Pantai Panoea

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Monumen Alam di Pantai Panoea

Pasangan burung maleo (Macrocephalon maleo). FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Saat ini, Cagar Alam Panua, secara administratif berada di Kabupaten Pohuwato. Kawasan ini memiliki luas 45.575 hektare. Membentang dari pantai berhutan mangrove di Desa Maleo sampai Desa Pohuwato terus ke arah pegunungan.

Maleo memiliki ciri yang unik. Di atas kepala burung ini terdapat tonjolan atau jambul keras berwarna hitam. Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibandingkan dengan jantan.

Telurnya lima kali lebih besar dari telur ayam. Induknya hanya dengan panjang 55 centi meter. Burung ini memiliki bulu hitam, dan ulit sekitar mata berwarna kuning. Iris mata merah kecoklatan, kaki abuabu, paruh jingga dan bulu sisi bawah merah muda keputihan.

Ada dua teori asal usul maleo. Pertama, nenek moyang burung ini berasal dari Australia. Teori kedua, sebelum tiba di Ausralia asal burung ini dari Asia Tenggara.

Tak ada kejelasan mana di antara dua teori itu yang tepat. Yang pasti, dalam berevolusi, maleo Tidak mengerami sendiri telurnya. Burung ini menggunakan bantuan alam untuk menetaskan telur.

Setelah bertelur, pasangan burung maleo akan masuk ke hutan. Telur akan menetas sendiri. Seperti halnya penyu yang bertelur dan membiarkan hingga menjadi tukik.

Tukik dan anak maleo sudah mandiri sejak masih berupa telur. Telur yang ditetaskan menjadi anak maleo, akan berupaya sekuat dan semampu untuk keluar menerobos timbunan pasir atau tanah.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Burung MaleoCagar Alam PanuagorontaloMacrocephalon maleoteluk tomini
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

2 Tahun Darilaut.id

Next Post

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Komentar tentang post

TERBARU

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

AmsiNews

REKOMENDASI

Gempa Blitar Mekanisme Sesar Naik Kombinasi Geser

Wamenkominfo: Perlu Ada Kebijakan AI dan Penguatan Literasi Digital

Geopolimer Sebagai Media Tumbuh Terumbu Karang

10 Ribu kg Sampah yang Berserakan di Pesisir Kota Gorontalo Berhasil Dibersihkan

Bakamla Menangkap Kapal Ikan Vietnam di Natuna Utara

Sebaran Asap di Pulau Sulawesi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.