Jumat, November 6, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Monumen Alam di Pantai Panoea

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Monumen Alam di Pantai Panoea

Pasangan burung maleo (Macrocephalon maleo). FOTO: HANOM BASHARI/EPASS

Darilaut – Matahari sudah di atas kepala. Bila berjalan tanpa alas di pantai berpasir Cagar Alam Panua, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, tapak kaki seperti melepuh.

Di pantai yang kini secara administratif berada di Desa Maleo, sejak dulu dikenal sebagai tempat bersarang burung maleo.

Ditempat inilah Abdul Uno mulai mencatat tentang burung maleo, pada 1930-an. Konservasionis maleo pertama di dunia ini mengamati tempat bersarang dan kehidupan satwa endemik Sulawesi.

Pada tahun 1900, maleo dengan nama ilmiah Macrocephalon maleo, sangat mudah dilihat di pantai Boalemo. Satwa ini menyimpan telur di pesisir yang berpasir dan kering. Waktu itu, para pengumpul telur maleo, relatif sedikit.

Populasi penduduk setempat belum banyak, begitu pun dengan para pengumpul dan pedagang telur maleo.

Tahun berganti, Uno menjelajahi pesisir Boalemo. Penduduk setempat mengonsumsi telur maleo dalam jumlah yang cukup besar.

Seperti ditulis dalam terbitan berbahasa Belanda TECTONA XXXIX tahun 1949 halaman 151 – 165, Uno menjelajahi daerah ini pada tahun 1930. Hanya ada 2 tempat bersarang kecil di subdistrik Tilamoeta. Di subdistrik Pagoeat terdapat 4 tempat peneluran 2 memiliki produksi penting.

Darilaut.id memperoleh dokumen penting terbitan berbahasa Belanda yang sangat bergengsi di masanya, dengan judul “Heet Natuurmonument Panoea (N. Celebes) en het Maleohoen (Macrocephalon maleo SAL Muller) in Het Bijzonder.”

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: Burung MaleoCagar Alam PanuagorontaloMacrocephalon maleoteluk tomini
Bagikan6Tweet3KirimKirim
Previous Post

2 Tahun Darilaut.id

Next Post

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Membahas Maleo di Hari Lingkungan Hidup

Komentar tentang post

TERBARU

UNG dan Polda Gorontalo Perluas Ruang Kolaborasi

Mengapa Anak Muda Selalu Kalah dalam Politik Gorontalo?

Dunia Menuju Kondisi Melampaui Ambang Batas 1,5°C

Dana Adaptasi Iklim Belum Cukup di Tengah Pemanasan Global yang Melampaui 1,5°C

Mengukur dan Memprediksi Perubahan Permukaan Laut

Komisi Oseanografi Terbitkan Kerangka Kerja Pengamatan Permukaan Laut Global

AmsiNews

REKOMENDASI

UNG Half Marathon 2025 Buka Pendaftaran Batch 2

Teknologi Konservasi Karang Lunak Bambu Laut

KPU Gorontalo Utara Verifikasi Kelengkapan Administrasi Bakal Paslon Pilkada 2024

Ketua Umum AMSI: Industri Media Hadapi Tantangan Serius Terkait Kepercayaan Publik

Manfaat Minyak Kayu Putih yang Berpotensi Mencegah Virus Corona

Penyakit Cacar Monyet Menyebar di 12 Negara

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.