Nelayan yang datang ke lokasi, sempat menampung air mata paus tersebut.
Sementara itu, Suradi mendapatkan informasi paus yang terdampar langsung mengkoordinir nelayan lainnya.
Dalam keadaan air yang sudah surut dan menyisakan lumpur, Suradi menyingkirkan akar pohon mangrove. Kemudian memindahkan lumpur untuk memudahkan penyelamatan paus ini.
Paus ini tidak ditarik-tarik. Tapi didorong dan digeser pelan-pelan.
Sebanyak 10 nelayan terjun langsung menyelamatkan paus Bryde ini dikoordinir Suradi dan Pariman.
Hampir 2 jam, para nelayan berupaya menggeser dan mendorong paus jenis Balaenoptera edeni dengan nama Indonesia paus Bryde kerdil ini ke air yang lebih dalam.
Setelah berada di air yang dalam, paus Bryde ini belum langsung bergerak. Paus ini masih berputar-putar di kedalaman air 3 meter.
Setengah jam kemudian, paus ini berenang sendiri ke arah sapu regel, dekat dengan Pulau Nusakambangan.
“Saya dan pak Pariman mengawal paus ini sampai Sapu Regel,” kata Suradi.
Paus Bryde berhasil menuju ke laut lepas.
Peristiwa terdamparnya paus di areal mangrove Ujungmanik belum pernah terjadi.
“Baru kali ini ada paus yang terdampar di sini,” kata nelayan Ujungmanik Pariono.
Lokasi paus terdampar berada 1 kilometer sebelum jembatan Ujungmanik.*





Komentar tentang post