Rabu, Juni 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

redaksi
10 Juni 2020
Kategori : Konservasi, Laporan Khusus
0
Perjalanan Konservasi Maleo di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Protected Area Specialist EPASS (Enhancing Protected Area System in Sulawesi)- project Bogani Nani Wartabone, Hanom Bashari. FOTO: ISTIMEWA

1982. Kawasan ini dideklarasikan sebagai Taman Nasional Dumoga Bone, melalui Kongres Taman Nasional Sedunia ke-tiga di Bali. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 736/Mentan/X/1982.

1984. Peneliti asal Belanda Max Ziren dan Rene W.R.J. Dekker, memulai rangkaian kajian bio-ekologi maleo di Tambun, Muara Pusian, dan Tumokang – termasuk beberapa lokasi lain di luar kawasan taman nasional. Dekker juga melakukan penilaian lokasi-lokasi peneluran maleo di Sulawesi.

1985. Hatchery pertama dibangun dan digunakan oleh Balai Taman Nasional di tiga lokasi: Tambun, Muara Pusian, dan Tumokang.

1990. Peneliti asal Belanda Marc Argeloo, melakukan telaah distribusi dan populasi maleo di Sulawesi Utara dan juga penggunaan hatchery di Tambun dan Tumokang.

1993. Nama Taman Nasional Dumoga Bone menjadi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 724/KPTS-II/93.

1994. The International Union for Conservation of Nature (IUCN) atau Uni Internasional untuk Konservasi Alam, dalam Daftar Merah (Red List) memberikan status keterancaman global maleo sebagai rentan (VU).

1999. Maleo ditetapkan sebagai salah satu satwa dilindungi secara nasional berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Halaman 2 dari 5
Sebelumnya123...5Selanjutnya
Tags: Burung MaleoMacrocephalon maleoSulawesi
Bagikan10Tweet4KirimKirim
Previous Post

Spirit Dari Sebutir Telur

Next Post

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Postingan Terkait

Petugas Menangkap Pelaku Pembalakan Liar Hutan Mangrove di Langkat

Burung Indonesia Diseminasi Konservasi Mangrove Pohuwato dan Pameran Produk Ramah Lingkungan

25 April 2026
Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

9 April 2026

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Pariwisata Berkelanjutan Mendorong Tanggung Jawab dan Konservasi Lingkungan

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Next Post
Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Kakek Sandiaga Uno Konservasionis Pertama Burung Maleo

Komentar tentang post

TERBARU

Peristiwa El Niño dan Dampaknya Bervariasi

Australia Bersiap Menghadapi El Niño

Indikator ENSO Cenderung Fase Hangat

Kabupaten Sigi Paling Terdampak Gempa di Sulawesi Tengah, 1 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Terluka

BNPB dan BPBD Masih Mendata Dampak dan Kerusakan Akibat Gempa Kuat M6,7 di Sulawesi Tengah

Gempa Palu M6,7 Berasosiasi Dengan Aktivitas Sesar Palolo

AmsiNews

REKOMENDASI

23 – 25 Januari, Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Laut Maluku dan Halmahera

COP29 Akan Berlangsung Azerbaijan

Radar Pantai untuk Keselamatan Nelayan

Covid-19, Masker Hanya Untuk Orang Sakit

Guru Besar Universitas Atmajaya Yogyakarta: Isu Biodiversitas Belum Banyak Diangkat Media

Kelomang Ada 1.192 Spesies

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.