2016. Penetapan tiga sanctuary maleo di TNBNW: Tambun, Muara Pusian, dan Hungayono. Disertai rangkaian pembangunan beberapa fasilitas pendukung seperti hatchery, kandang-kandang habituasi dan rehabilitasi pagar.
2017. Di bulan Agustus Balai TNBNW dan mitra menginisiasi penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi Maleo Nasional.
Pada Desember, lokasi peneluran Pohulongo mulai dikelola aktif dengan melibatkan masyarakat setempat dan didampingi oleh Resort Tulabolo-Pinogu TNBNW, dengan mereplikasi penggunaan hatchery.
2018. Bulan Februari, peneliti dari Yogyakarta Andie Wijaya Saputra, mulai melakukan penelitian genetika maleo di Tambun dan Tanjung Binerean (area penyangga kawasan). Rangkaian penelitian genetika juga dilakukan di lokasi lainnya.
Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KSDAE-KLHK) meresmikan Pusat Informasi Sanctuary Maleo Tambun dan Muara Pusian.
Pada bulan Juli, Wahab Talamati dan beberapa masyarakat lokal di lokasi peneluran maleo, memperoleh penghargaan oleh Dirjen KSDAE-KLHK, sebagai inisiator dan penggerak dalam penyelamatan maleo secara mandiri.
Di bulan Juli Program Maleo Foster Parent diluncurkan. Dirjen KSDAE-KLHK dan Bupati Bolaang Mongondow sebagai orang tua asuh awal.





Komentar tentang post