Rabu, Juli 1, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita Laporan Khusus

Rantai Makanan dalam Ekosistem Mangrove di Pohuwato Tercemar Merkuri

redaksi
26 Juli 2018
Kategori : Laporan Khusus
0
Rantai Makanan dalam Ekosistem Mangrove di Pohuwato Tercemar Merkuri

Mangrove di pesisir Pohuwato. FOTO. DOK. SUSCLAM

Ramli mengatakan, sebanyak tujuh spesies burung telah terakumulasi logam merkuri di pesisir Pohuwato. Burung-burung predator ini makanannya ikan, serangga dan invertebrata lainnya di pesisir. Biota yang menjadi mangsa burung, antara lain ikan, krustasea, pelecypoda, dan gastropoda.

Tujuh spesies burung yang mencari mangsa di perairan pesisir telah diidentifikasi terakumulasi merkuri yakni Tringa glareola (0,3537 ppm), Butorides striatus (0,1070 ppm) dan Himantopus leucocephalus (0,5756 ppm).

Kemudian, Anas gibberifrons (0,0962 ppm), Todirhamphus chloris (2,3447 ppm), Numenius phaeopus (0,2961 ppm) dan Nycticorax nycticorax (0,2484 ppm)

Burung-burung yang menggunakan habitat perairan pesisir sangat rentan terhadap pencemaran perairan. Karena spesies burung sebagai predator puncak, mencari makan berbagai biota perairan.

Rantai makanan telah tercemar limbah merkuri, diindikasikan pada tubuh biota perairan. Masuknya logam merkuri ke dalam sistem ekologi ini dapat memberikan pengaruh secara beruntun pada biota.

Mulai dari tingkatan tropik yang paling rendah sampai dengan tingkatan tropik teratas. Biota seperti ikan, kepiting dan kerang yang hidup di perairan pesisir dapat mengkonsumsi logam merkuri dari perairan yang tercemar.

Jika ikan, kepiting, kerang ini masuk dalam rantai makanan, terjadi akumulasi logam merkuri yang cukup tinggi dalam tubuh burung air. Kondisi ini dapat menyebabkan kelainan, gangguan penyakit dan kematian.*

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Tags: merkuripohuwatoWorld Mangrove Day
Bagikan10Tweet5KirimKirim
Previous Post

Tentang Mangrove

Next Post

Ilustrasi : Mangrove Menyerap Karbon Dioksida 39,75 Ton per Tahun

Postingan Terkait

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

Owan, Nelayan Teluk Tomini Juara D’Academy 6 Indosiar

6 April 2024
Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

6 April 2024

Melaut Saat Cuaca Ekstrem Nelayan Harus Punya Mental Kuat

Nelayan Pahlawan Pangan Dari Komoditi Ikan

Kisah Pendulangan Emas Botudulanga dan Dudangata di Pohuwato

Misteri Emas “Dudangata” di Cagar Alam Panua

Agar Gurita Tak Menghilang di Banggai Laut

Gurita Selimut Betina Ditemukan di Perairan Pohuwato, Gorontalo

Next Post
Ilustrasi : Mangrove Menyerap Karbon Dioksida 39,75 Ton per Tahun

Ilustrasi : Mangrove Menyerap Karbon Dioksida 39,75 Ton per Tahun

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Venezuela, Kekurangan Pangan Meluas dan Risiko Wabah Meningkat

Hari Asteroid untuk Mendeteksi dan Melacak Objek Dekat Bumi

Mahasiswa Farmasi UNG Telusuri Bahan Alam yang Berpotensi Senyawa Aktif

Awal Juli Kemarau Meluas

Korban Tewas Gempa Venezuela 1.719 Orang

El Niño Berpotensi Meningkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

AmsiNews

REKOMENDASI

Cara BPS Mengukur Kemiskinan

BPPT Kembangkan Teknologi Struktur Pelindung Pantai

Siklon Tropis Fili Tumbuh di Barat Laut Kaledonia Baru

Perampasan Ruang Laut dan Pesisir Mengancam Keberlanjutan Ekologis

Mahasiswa Undip Kreasi Keran Air dari Sampah Plastik

Longsor Banjarnegara, 16 Orang Masih Dalam Pencarian

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.