“Peringatan dini adalah salah satu cara paling efektif untuk mengurangi kerusakan akibat bencana, karena memberdayakan masyarakat untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi risiko untuk ketahanan pangan, serta sektor lainnya,” kata Prof. Taalas.
“Meskipun ada upaya terus menerus untuk memperkuat sistem peringatan dini multi-bahaya, laporan ini jelas menunjukkan bahwa masih ada kesenjangan yang signifikan yang harus diatasi,” katanya.
Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia Pasifik (Economic and Social Commission for Asia Pacific – ESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana, mengatakan, inisiatif Peringatan Dini untuk Semua, sangat penting di Pasifik, yang dicirikan oleh titik-titik risiko bencana berbeda yang meningkat dan meluas seiring dengan meningkatnya bencana hidrometeorologi yang berhubungan dengan iklim.
“ESCAP dan WMO, bekerja sama dalam kemitraan, akan terus berinvestasi dalam meningkatkan ambisi iklim dan mempercepat implementasi tindakan kebijakan, termasuk memberikan peringatan dini kepada semua orang di kawasan ini sehingga tidak ada yang tertinggal karena krisis perubahan iklim kita terus berkembang,” kata Alisjahbana.
Laporan tersebut menunjukkan bagaimana pertanian sebagai salah satu sektor paling kritis yang terkena dampak bencana terkait iklim, menggemakan rencana adaptasi nasional banyak negara di Pasifik Barat Daya.





Komentar tentang post