Darilaut – Hasil ekstrak rumput laut dapat dibuat sebagai bahan penyusun baterei organik. Temuan ini diciptakan 2 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) Yumna Dzakiyyah (Teknik Elektro 2019) dan Richie Fane (Teknik Industri 2019).
Seperti dilansir Itb.ac.id, rumput laut untuk membuat prototipe baterai organik ini dari alga merah. Pemilihan alga merah sebagai bahan penyusun baterai organik ini didasari pada hasil riset Yumna dan Richie bersama tim dari sebuah start-up yang bergerak di bidang SME (Small Medium Enterprise) terhadap petani rumput laut di Pulau Tidung.
Kedua mahasiswa ini menemukan bahwa pemanfaatan rumput laut di Indonesia masih kurang optimal. Hal ini karena petani hanya menjual dalam bentuk rumput laut kering yang tentunya bernilai jual rendah.
Ini yang menimbulkan keinginan Yumna dan Richie dapat meningkatkan value rumput laut Indonesia yang berlimpah. Karena itu, bahan ini dipilih sebagai penyusun baterai organik.
“Ketika kita menemukan rumput laut mempunyai potensial yang lebih, kita berangkat dengan ide ini,” Yumna, seperti dikutip dari Itb.ac.id.
Dengan ide ini , Yumna dan Richie berhasil menjuarai kompetisi Schneider Go Green 2021 pada tingkat Asia-Pasifik. Atas prestasi tersebut, keduanya akan meneruskan langkah di tingkat kompetisi global.





Komentar tentang post